Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat pijakan regional Korea Utara dengan bergabung dengan front persatuan melawan Amerika Serikat.
Kim Jong Un telah memprioritaskan hubungannya dengan Rusia. Ia juga aktif mengundang para pejabat senior Tiongkok ke acara-acara kenegaraan besar dalam beberapa bulan terakhir.
Ini mencakup perjalanan ke Timur Jauh Rusia pada bulan September lalu untuk pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Delegasi China sebelumnya telah menghadiri perayaan ulang tahun ke-75 Korea Utara pada September, menunjukkan pentingnya hubungan bilateral.
Baca Juga: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Menangis Saat Pidato, Ternyata Karena Ini
Pada bulan Juli, Kim juga mengundang pejabat partai berkuasa Cina dan Menteri Pertahanan Rusia ke parade militer di Pyongyang, menampilkan rudal-rudal nuklir yang memicu perhatian dunia.
Kunjungan Sun Weidong ke Korea Utara terjadi di tengah rencana pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan China, menandai ketegangan terkait perdagangan, teknologi, dan kebijakan luar negeri Cina.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: malang.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri