Pemerintah juga mengingatkan soal dokumen. Pastikan paspor dan kartu identitas lainnya disimpan dengan aman, tapi tetap mudah diambil. Sebenarnya, imbauan serupa sudah lebih dulu keluar pada 5 Januari lalu, dimana India meminta warganya menunda dulu rencana perjalanan non-esensial ke Iran.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan tampaknya makin meruncing. Gedung Putih disebut-sebut telah memperingatkan sekutu-sekutu AS di Teluk untuk bersiap. Persiapan ini terkait kemungkinan aksi militer Washington terhadap Iran.
Namun begitu, para pemimpin negara Teluk justru punya kekhawatiran lain. Mereka cemas perubahan rezim malah bisa menguatkan kelompok garis keras seperti Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), atau malah memicu kekacauan yang lebih luas di tingkat nasional.
Iran sendiri tak tinggal diam. Mereka telah menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk “mengutuk tanpa syarat” segala ancaman penggunaan kekuatan dari Washington. Teheran dengan tegas menuding Washington dan Israel sebagai biang kerok di balik meningkatnya ketegangan dan kerusuhan dalam negeri mereka.
Suasana memang mencekam. Dan bagi ribuan warga India di sana, pesannya kini cuma satu: segera pulang.
Artikel Terkait
Negara Teluk Desak AS Batalkan Serangan ke Iran, Khawatirkan Ledakan Harga Minyak Global
Eropa Waspada: AS Berpotensi Serang Iran dalam 24 Jam
Jaksa Korea Selatan Tuntut Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Yoon Suk-yeol
Rakyat Iran Tercekik: Rupiah Lebih Berharga daripada Rial