Suasana di Iran makin mencekam. Di tengah gelombang unjuk rasa yang tak kunjung reda, Kedutaan Besar Amerika Serikat yang beroperasi secara virtual karena tak punya kantor fisik di sana mendesak warganya untuk segera angkat kaki dari negara itu. Seruan itu keluar Senin lalu, dan nuansanya terasa mendesak. Bukan tanpa alasan. Ancaman serangan AS menggantung, sebagai respons atas demonstrasi besar yang telah berlangsung hampir dua pekan.
Peringatannya jelas: pergi sekarang juga. Bagi yang terpaksa bertahan karena satu dan lain hal, imbauannya lebih spesifik. Mereka harus mencari tempat aman, mengumpulkan stok makanan, air, dan obat-obatan. Persiapan untuk hal terburuk.
"Warga AS harus mengantisipasi pemadaman internet berkelanjutan, merencanakan cara komunikasi alternatif, dan, jika aman untuk melakukannya, mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki,"
Begitu bunyi pernyataan resmi yang dikutip media. Nada pesannya tegas, bahkan terkesan sedikit putus asa. Pemerintah AS seolah tak ingin warganya bergantung pada bantuan mereka. Pesan intinya: urus sendiri keselamatanmu, dan jangan harap kami bisa menyelamatkanmu nanti.
Di sisi lain, mereka juga meminta warganya untuk menjauhi lokasi demonstrasi. Jangan coba-coba terlibat, apalagi mendekat. Tetap tenang, waspada, dan siap siaga.
Latar belakang dari semua ini tentu saja situasi politik yang memanas. Presiden Donald Trump sebelumnya sudah mengeluarkan ancaman. Jika korban di antara para demonstran terus berjatuhan, serangan militer AS bukan hal yang mustahil. Ancaman itu bukan omong kosong, dan tampaknya sedang dipertimbangkan serius.
Artikel Terkait
Analis Rusia: Perang Dunia Ketiga Telah Dimulai, Bentuknya Tak Lagi Konvensional
Iran Tantang AS: Serang Saja, Kami Balas!
Rusia Klaim Tumbangkan F-16 Ukraina dengan Rudal S-300
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Waspadai Perburuan Pasca Penangkapan Maduro