“Tokoh-tokoh berpengaruh ini dapat dimobilisasi dan dimotivasi untuk memperluas perjuangan politik kerakyatan sejalan dengan doktrin perjuangan Rakyat Indonesia, yaitu Perjuangan Rakyat Semesta melalui Dunia Maya termasuk memanfaatkan Artificial Intelligent (AI), dengan tujuan untuk mendorong Dunia Internasional untuk bekerja sama dalam mencapai penyelesaian damai, berdasarkan Solusi Dua Negara, yang merupakan langkah paling cerdas sebagai kontra-propaganda Israel, dan paling realistis untuk diterapkan,” jelas Guru Besar Filsafat Intelijen Sekolah Tinggi Intelijen Negara yang ditulis oleh Hisyam An Najjar.
Sementara itu, Dr. As’ad Said Ali mengungkapkan bahwa sebenarnya, komunitas-komunitas Yahudi di berbagai dunia menolak membiayai perang Israel atas rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang masih berlangsung hingga saat ini.
“Komunitas Yahudi di berbagai negara dunia yang menolak membiayai perang Israel atas Gaza, serta mencari peluang di era globalisasi untuk memperkuat hubungan perdagangan global yang mendekatkan budaya dan peradaban serta meningkatkan perdamaian dan interaksi antar bangsa di dunia,” jelasnya.
Sampai saat ini diperkirakan korban jiwa dari rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat akibat serangan Israeli Defense Force (IDF) mencapai lebih dari 23.000 jiwa yang sebagian besarnya adalah anak-anak.
Perang atas Palestina juga telah melebar di perairan selatan Laut Merah antara kapal-kapal perang aliansi AS-Eropa dengan milisi-milisi Hauthi Yaman yang beraliran Syiah. Pertempuran ini telah mengganggu pelayaran di jalur perdagangan internasional, dan dapat berpengaruh pada perekonomian dunia. (Muqoddas).
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: senayanpost.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang