Bahkan, sebagian hanya pulang setelah dua pekan.
Sebagai warga yang tinggal di sana, naik turun tangga maut tersebut bukanlah hal yang mengejutkan.
Karena berumur sekitar 200 tahun, penduduk di Desa Atuleer memiliki kemampuan naik turun tangga ekstrim tersebut yang sudah dikuasai sejak generasi ke generasi.
Dilansir murianetwork.com dari kanal YouTube KabarPedia, ditengah mengerikannya pendakian di tangga tersebut, terkadang penduduk harus mendaki sambil membawa hasil pertanian untuk dijual ke pasar terdekat dengan tempat cukup jauh.
Dan ketika kembali, mereka harus menaiki lagi titian tangga terjal itu selama 2 sampai 4 jam sebelum sampai ke rumahnya.
Konon nenek moyang disana mengambil tempat itu untuk menghindari konflik suku dan perang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April