Menurut pengadilan, Bolsonaro adalah otak sekaligus pihak yang paling diuntungkan dari skema itu. Tujuannya jelas: menggagalkan Lula naik jadi presiden pada 2023.
Meski begitu, sampai saat ini pengadilan belum mengeluarkan perintah penangkapan final. Proses banding yang diajukan Bolsonaro memang belum selesai.
Di sisi lain, kasus ini bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Bolsonaro. Selama lebih dari 100 hari, ia sudah menjalani tahanan rumah ketat karena diduga melanggar aturan dalam kasus lain. Kasus terpisah itu berkaitan dengan upayanya mencampuri proses hukum di AS untuk menghentikan tuntutan pidana terhadap dirinya.
Artikel Terkait
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri