Puluhan WNI Terjaring Razat Besar Penipuan Online di Myanmar

- Jumat, 21 November 2025 | 16:25 WIB
Puluhan WNI Terjaring Razat Besar Penipuan Online di Myanmar

Operasi besar-besaran di kawasan Shwe Koko, Negara Bagian Kayin, Myanmar, ternyata turut menjaring puluhan Warga Negara Indonesia. Otoritas setempat melaporkan 48 WNI ditahan dalam penggerebekan yang menyasar jaringan penipuan daring dan perjudian online.

Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar RI di Yangon masih berjuang mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah Myanmar. Berbagai upaya diplomasi dan pengecekan lapangan terus digenjot.

“Upaya ini dilakukan untuk memastikan identitas para WNI yang dilaporkan tertangkap serta memastikan kondisi mereka,” demikian penjelasan resmi dari KBRI Yangon yang dikutip Jumat (21/11/2025).

Menurut laporan media Myanmar, operasi sejak tengah malam 17 November itu berhasil mengamankan 611 warga asing. Dari jumlah itu, 48 di antaranya berasal dari Indonesia. Namun begitu, ada informasi lain yang justru lebih mencengangkan.

Seorang WNI yang berhasil menghubungi pihak kedutaan mengklaim jumlah sesungguhnya jauh lebih besar. “Pada 20 November 2025, juga diterima informasi dari salah satu WNI yang ditangkap, menyebutkan ada sekitar 200 orang WNI yang terjaring penggerebekan dan meminta bantuan dipulangkan ke Indonesia,” ungkap KBRI.

Lokasi penggerebekan hanya berjarak 11 kilometer dari Myawaddy dan 40 kilometer dari KK Park – kawasan yang belakangan ramai diperbincangkan. Operasi ini bagian dari kampanye nasional Myanmar menindak kejahatan lintas negara di perbatasan.

Gambaran situasi WNI di wilayah Myawaddy semakin kompleks. Ada sekitar 54 eks-KK Park yang sudah dievakuasi ke tempat aman dan dapat izin keluar. Tapi lebih dari 170 WNI lainnya masih menunggu proses pemindahan. Ditambah 48 WNI yang baru saja ditangkap di Shwe Koko.

Di tengah situasi yang serba tak pasti, KBRI Yangon berjanji tak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen penuh memberikan perlindungan, termasuk memastikan akses kekonsuleran dan mempercepat pemulangan. Koordinasi dengan instansi terkait di kedua negara terus diintensifkan.

Melihat rentetan kejadian ini, KBRI kembali mengingatkan masyarakat. Hati-hati dengan tawaran kerja di luar negeri yang menggiurkan namun tidak jelas prosedurnya.

“KBRI kembali mengimbau agar seluruh WNI berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas, terutama yang menjanjikan gaji tinggi tanpa proses rekrutmen resmi,” tegas mereka. Konfirmasi ke instansi berwenang sebelum menerima tawaran kerja menjadi langkah penting yang tak boleh diabaikan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar