Pemuda Tewas Dikeroyok di Masjid Agung Sibolga, DMI Kecam Tindakan Biadab
Seorang pemuda tewas setelah dikeroyok oleh sejumlah orang di dalam Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara. Peristiwa memilukan ini terjadi pada hari Jumat (31/10).
Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyatakan kecaman keras terhadap tindakan kriminal yang mereka sebut sebagai perbuatan biadab. DMI menegaskan bahwa tindakan ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, terlebih karena terjadi di area masjid yang merupakan tempat suci.
Dalam pernyataan resminya, DMI menyatakan, "Tindakan kriminal yang terjadi di masjid tersebut apa pun alasannya tidak dapat dibenarkan serta telah menodai kesucian tempat ibadah." Pernyataan ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla, dan Sekretaris Jenderal, Rahmat Hidayat.
DMI juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan di masjid ini dan menindak tegas semua pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kronologi Pengeroyokan Pemuda di Masjid
Berdasarkan informasi dari kepolisian, insiden berawal ketika korban yang seorang mahasiswa hendak beristirahat di dalam masjid. Salah satu pelaku kemudian menegur korban agar tidak tidur di dalam masjid.
Karena tegurannya tidak ditanggapi, pelaku yang kesal lalu memanggil teman-temannya. Situasi ini memicu pengeroyokan terhadap korban hingga ia tidak sadarkan diri, seperti terekam dalam CCTV yang beredar di media sosial.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Kasus pemuda tewas dikeroyok di tempat ibadah ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan duka yang mendalam.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar