Pria 75 Tahun Bunuh Diri di Makam Karawang, Diduga Depresi Akibat Sakit Lambung

- Minggu, 02 November 2025 | 06:50 WIB
Pria 75 Tahun Bunuh Diri di Makam Karawang, Diduga Depresi Akibat Sakit Lambung
Pria 75 Tahun Meninggal Diduga Bunuh Diri di Pemakaman Karawang | Kabar Terkini

Pria 75 Tahun Meninggal Diduga Bunuh Diri di Pemakaman Karawang

KARAWANG - Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Peristiwa tragis ini terjadi di area pemakaman umum Kampung Tamelang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kepolisian Resor (Polres) Karawang langsung turun tangan setelah mendapatkan laporan dari warga pada Sabtu (1/11) pagi. Pria yang meninggal tersebut diidentifikasi sebagai S (75), seorang buruh yang juga tinggal di lingkungan tersebut.

Kronologi Penemuan Korban

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Kindeung Nurhakim (40). Saat itu, Nurhakim sedang dalam perjalanan menuju kebunnya. Saat melintas di lokasi pemakaman, ia melihat sebuah drum plastik berwarna biru dan seorang pria dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali tambang putih yang diikatkan pada batang pohon mangga.

Saksi segera melaporkan penemuannya kepada warga sekitar dan keluarga korban. Laporan ini kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian.

Respon Cepat Polres Karawang

Kepala Seksi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengonfirmasi kejadian ini. "Setelah menerima laporan, petugas langsung ke lapangan, melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal," ujarnya.

Jajaran Satreskrim dan Unit Inafis Polres Karawang segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan forensik di tempat. Setelah proses di TKP selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

Penyebab Diduga Depresi Akibat Penyakit

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari keluarga, korban diduga mengalami depresi akibat menderita sakit lambung menahun yang tak kunjung sembuh. Kondisi kesehatan yang menurun inilah yang diduga menjadi pemicu tindakan nekatnya.

Keluarga Tolak Autopsi

Keluarga korban telah menyatakan ikhlas menerima musibah ini. Mereka menolak untuk dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi secara resmi.

Ipda Cep Wildan menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menjalankan seluruh prosedur kepolisian yang diperlukan, mulai dari penerimaan laporan, pengamanan TKP, pemeriksaan saksi, hingga koordinasi dengan Tim Inafis untuk pemeriksaan forensik di lapangan.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesehatan mental, terutama pada kelompok lanjut usia yang mungkin merasa terbebani dengan kondisi kesehatannya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar