Nah, yang bikin situasi makin ruwet, Mahfud juga menyinggung soal adanya travel yang merasa dipaksa. Dipaksa membeli kuota oleh oknum di Kementerian Agama. Beberapa travel akhirnya memilih mengembalikan uang karena takut terlibat dalam proses yang bermasalah. Hal ini membuat dugaan adanya pemaksaan makin kuat bunyinya.
Di sisi lain, Mahfud berusaha meluruskan beberapa hal. Ia menegaskan, tidak ada barang mewah atau harta berharga yang disita dari rumah Yaqut. Cuma dokumen dan uang pengembalian dari travel itu saja. Jadi, spekulasi tentang penyitaan aset mewah tampaknya perlu dikoreksi.
Menurutnya, persoalan kuota tambahan ini muncul dalam situasi yang serba mendesak. Namun begitu, ia tetap berpegang pada satu prinsip: semua fakta harus diuji di pengadilan nanti. Bisa saja ada yang keliru, bisa juga ada yang ternyata benar.
Tapi, ya itu tadi. Soal angka 4.000 dolar AS per jemaah itulah yang bikin publik kaget. Angka itu seperti bukti nyata betapa tata kelola haji kita masih punya banyak lubang. Dan kini, semua mata kembali menunggu proses hukum berikutnya.
Artikel Terkait
Empat Terdakwa Korupsi Pagar Laut Tangerang Divonis 3,5 Tahun Penjara
Sidang Ijazah Jokowi Bergema, Mantan Wakapolri Soroti Perbedaan Sikap dengan Era Gus Dur
Senyum Gus Yaqut di Foto Lawas Beradu dengan Status Tersangka Kuota Haji
Mantan Wakapolri: Kewenangan Verifikasi Ijazah Bukan Tangan Polisi