Komika senior Pandji Pragiwaksono bakal berurusan dengan polisi. Ini menyusul rencana Forum Ulama Nusantara (FUN) yang akan melaporkannya atas dugaan penistaan agama. Pemicunya? Materi stand up comedy-nya di acara 'Mens Rea' yang dianggap melecehkan kesakralan ibadah shalat.
Nur Shollah Bek alias Wan, Ketua FUN, mengaku pihaknya sudah menelaah rekaman pertunjukan Pandji yang beredar luas. Menurutnya, menjadikan shalat sebagai bahan lelucon itu jelas melukai hati umat Islam.
"Kami berencana melaporkan dugaan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral," kata Wan Bek di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin lalu.
Dia berulang kali menegaskan, langkah ini sama sekali bukan untuk memancing keributan. Tujuannya lebih ke arah pencegahan. Agar ke depannya, nggak ada lagi yang seenaknya menjadikan ritual ibadah yang suci sekadar bahan tertawaan di panggung.
Soal materi yang dipersoalkan, Wan Bek menyoroti bagian dimana Pandji menyentuh soal kriteria pemimpin yang rajin shalat. Bagi FUN, narasi yang dibangun komika itu sudah kelewat batas. Bukan lagi kritik sosial yang sehat, tapi sudah masuk wilayah merendahkan nilai-nilai agama.
"Bagi umat Islam, menjaga shalat itu bagian dari akhlak dan kepribadian," ungkapnya. "Kalau hal seperti ini justru ditertawakan di depan khalayak luas, kami nggak lagi melihatnya sebagai kritik."
Di sisi lain, FUN berharap polisi bisa menangani laporan mereka nanti dengan profesional. Wan Bek memastikan forumnya tetap menjunjung tinggi kerukunan. Mereka nggak mau menghakimi sendiri.
"Kami tidak bermaksud menghakimi siapa pun. Kami hanya meminta negara hadir dan hukum ditegakkan secara adil," tegasnya.
Dalam pernyataannya, FUN juga menyentuh soal batas kebebasan berekspresi. Kebebasan berbicara, menurut mereka, jangan sampai menginjak-injak simbol agama mana pun. Humor yang menyentuh soal shalat dan bikin resah itu, kata Wan Bek, harus ditindak tegas.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar