Keluarga Khawatir Kesehatan Mental Ammar Zoni Memburuk di Nusakambangan

- Jumat, 07 November 2025 | 16:40 WIB
Keluarga Khawatir Kesehatan Mental Ammar Zoni Memburuk di Nusakambangan

Kondisi Ammar Zoni di Nusakambangan: Keluarga Khawatirkan Kesehatan Mental

Keluarga Ammar Zoni menyatakan keprihatinan serius terhadap kondisi aktor tersebut di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Ibu angkatnya, Titik Haryanti, dan kekasih, Dokter Kamelia, mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak perlakuan ketat terhadap kesehatan mental Ammar Zoni.

Gangguan Psikologis yang Dialami Ammar Zoni

Berdasarkan pengakuan Titik Haryanti, Ammar Zoni sudah mengalami gangguan psikologis selama menjalani masa tahanan di Nusakambangan. "Dia akan mengalami stres, kecemasan, sampai kepada depresi, dan nanti meningkat sampai kepada gangguan jiwa. Itu yang tidak diharapkan oleh kami semuanya," ujar Titik dalam pertemuan di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Kondisi Fisik dan Pembatasan Aktivitas

Ammar Zoni mengeluhkan kondisi fisiknya yang mulai terganggu akibat pembatasan aktivitas. Selama di Nusakambangan, Ammar hanya diperbolehkan keluar sel selama satu jam per hari untuk menghirup udara segar, serta harus menggunakan penutup mata saat berada di dalam sel. "Kakinya mulai kebas karena untuk keluar itu hanya 1 jam," jelas Titik.

Kekhawatiran Dokter Kamelia

Dokter Kamelia, kekasih Ammar Zoni, turut menyampaikan keprihatinan setelah melihat kondisi aktor melalui video call. Menurutnya, keadaan Ammar Zoni lebih memprihatinkan daripada yang terlihat di publik. "Nanti coba minta rekaman sama Om Jon itu lebih, lebih menyedihkan sebenarnya dibanding yang tersebar sama kalian," ujar Kamelia.

Kendala Persiapan Pembelaan Hukum

Dalam sidang online yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ammar Zoni mengungkapkan kesulitan berkomunikasi dengan penasihat hukumnya. Aktor 32 tahun itu menyatakan tidak memiliki akses memadai untuk menyiapkan nota pembelaan. "Bagaimana kami mau bisa melaksanakan sidang eksepsi kalau komunikasi saya dan penasihat hukum saja sangat dibatasi," kata Ammar Zoni.

Permohonan Sidang Tatap Muka

Ammar Zoni bersama terdakwa lainnya memohon persidangan dilakukan secara tatap muka untuk memudahkan koordinasi dengan kuasa hukum. "Kami sekali lagi berharap bisa dihadirkan secara offline selama persidangan, Yang Mulia. Karena yang paling penting saat ini adalah komunikasi," tuturnya.

Respons Majelis Hakim

Majelis Hakim menunjukkan respons positif terhadap keluhan tersebut. Hakim Ketua menyatakan kemungkinan menggelar sidang tatap muka, terutama ketika perkara memasuki tahap pembuktian. "Kami tidak menutup kemungkinan untuk sidang offline. Kalau memang perlu, majelis hakim akan mengeluarkan penetapan untuk sidang tatap muka," jelas Hakim Ketua.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar