Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di berbagai sekolah, universitas, pusat sains, dan komunitas, serta secara daring melalui platform Zoom. Beberapa daerah yang akan dijangkau antara lain Balige, Bukittinggi, Ende, Gowa, Manokwari, Palangkaraya, Poso, Soe, Waingapu, dan puluhan kota lainnya.
Pembukaan Festival dan Highlight Kegiatan
Pembukaan Science Film Festival 2025 telah dilaksanakan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Selasa, 4 November. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 siswa yang menyaksikan film Jerman berjudul "Nine-and-a-half: Underwater Noise – Why is the Ocean so Loud?" dan melakukan eksperimen "Antigravitasi".
Sebagai tambahan baru, festival kali ini juga menghadirkan pertunjukan teater "Foolish Doom" dari Jerman yang berkisah tentang penyihir yang berjuang menghadapi krisis iklim.
Dukungan dan Harapan untuk Masa Depan
Constanze Michel, Direktur Goethe-Institut Wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, menekankan bahwa festival ini ingin menunjukkan bahwa sains itu menyenangkan dan peran Green Jobs sangat krusial untuk masa depan yang lestari.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, juga mendukung penuh acara ini. Beliau berharap Science Film Festival 2025 tidak hanya menghibur, tetapi juga menyalakan semangat generasi muda untuk berpikir kritis dan menciptakan solusi bagi bumi.
Science Film Festival Indonesia 2025 didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kedutaan Besar Jerman, Rolls-Royce, dan Universitas Negeri Jakarta.
Artikel Terkait
Aktor Lee Sang Bo Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebab
Lee Junho Pertimbangkan Tawaran Main di Drama Buy King, Berpotensi Duel Akting dengan Joo Ji Hoon
Titan Tyra Minta Maaf Usai Kontroversi Rebahkan Kursi Pesawat Saat Hamil
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo