Gunungan sampah yang memblokir sejumlah pasar tradisional di Tangerang Selatan akhirnya mulai diangkut. Pembersihan dimulai Kamis (8/1) kemarin, dimulai dari Pasar Cimanggis di Ciputat. Pemandangan di lokasi sudah jauh berbeda tumpukan yang sebelumnya menggunung perlahan sirna digerakkan puluhan armada dari Dinas Lingkungan Hidup.
Status tanggap darurat sampah di kota ini memang baru saja diperpanjang, berlaku hingga 19 Januari 2026. Makanya, operasi ini nggak cuma sekadar angkut-angkutan. Petugas gabungan juga berjaga ketat di titik-titik rawan, mengawasi agar warga tidak kembali membuang sampah sembarangan di lokasi yang baru dibersihkan.
Camat Ciputat, Mamat, membeberkan kalau pengangkutan di Pasar Cimanggis sudah digeber sejak malam sebelumnya.
“Pengangkutan sampah dilakukan mulai jam sembilan malam oleh DLH dengan 27 kendaraan yang mengangkut. Harapan kami setelah ini masyarakat semakin sadar karena ini bukan tempat pembuangan sampah,” kata Mamat di Pasar Cimanggis, Kamis (8/1).
Menurutnya, masalahnya kompleks. Banyak warga yang datang dari berbagai penjuru Tangsel sengaja membawa sampah rumah tangganya ke pasar itu. Alasannya klise: titik pembuangan lain terbatas, akhirnya semua numpuk di satu lokasi.
“Tadi sejak jam enam pagi sudah banyak yang datang membawa kantong sampah dan dibuang di sini. Padahal mereka juga warga Tangsel, tapi dari mana-mana karena tidak bisa buang di tempat lain, akhirnya dibuang ke sini,” ujarnya.
Setelah Cimanggis, giliran Pasar Jombang yang akan dibersihkan. Polanya kurang lebih sama, tapi Mamat menekankan pentingnya koordinasi dengan pengelola pasar agar sampah ke depannya bisa dikelola lebih baik, tidak lagi berantakan seperti sekarang.
Artikel Terkait
Truk Gandeng Melaju Liar, Nyawa Pengendara Motor Melayang di Bondowoso
Peringkat Naik, Tapi Laut Indonesia Masih Rapuh untuk Nelayan Kecil
Bus Besar dan Jalan Sempit: Kemacetan Kronis Kembali Paralyze Sawangan
Pengkhianat dalam Barisan: Saat Aktivis Antipalsu Bertandang ke Istana