Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, resmi ditahan KPK. Penahanan ini menyusul operasi tangkap tangan yang menjeratnya terkait dugaan suap proyek di wilayahnya. Pemeriksaan terhadapnya telah rampung.
Di gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, suasana Kamis siang itu cukup ramai. Sekitar pukul 13.54 WIB, Ardito turun dari mobil tahanan. Dia tampak mengenakan rompi oranye khas KPK, tangannya diborgol. Wajahnya terlihat lesu.
Dia tidak sendirian. Bersamanya, dua orang lainnya yang juga ditahan digiring masuk ke dalam gedung. Mereka berjalan cepat, dikawal ketat oleh petugas.
Menurut informasi yang beredar, OTT ini menangkap lima orang. Intinya, kasusnya berkaitan dengan suap. KPK sendiri sudah menyelesaikan gelar perkara untuk kasus ini. Rincian lebih detail, termasuk konstruksi hukumnya, rencananya akan diungkap dalam konferensi pers nanti sore.
Sebelumnya, Ardito diamankan pada Rabu (10/12). Dia langsung dibawa ke Jakarta dan tiba di gedung KPK sekitar pukul 20.15 WIB malam harinya.
Saat itu, sempat ada kesempatan singkat bagi wartawan untuk bertanya. Ardito hanya memberikan jawaban singkat.
"Alhamdulillah sehat. Di rumah aja,"
Ucapannya terdengar seperti ingin menenangkan, meski situasinya jelas tidak biasa. Selain menahan orang, KPK juga menyita sejumlah barang bukti. Kabarnya, ada uang tunai dan juga emas. Sore ini, kita tunggu saja penjelasan resmi dari pimpinan KPK untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Enam Tahun Tak Pulang ke Wonogiri
Evakuasi KRL di Stasiun Bekasi Timur Masih Berlangsung, Layanan ke Cikarang Belum Normal
Fraksi Golkar DPR Desak Pengusutan Tuntas Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Bus Transjakarta Dihadang Massa saat Evakuasi Penumpang KRL di Bekasi