Kronologi Penemuan Jenazah Mahasiswa Koas Kedokteran Makassar di Kamar Kos
Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Makassar, Sulawesi Selatan. Korban yang sedang menjalani pendidikan koas ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dua hari tidak bisa dihubungi.
Proses Penemuan Jenazah Mahasiswa Koas
Jenazah mahasiswi koas kedokteran ini pertama kali ditemukan oleh pamannya yang datang mengecek keadaan setelah keponakannya tidak merespons kontak telepon selama dua hari berturut-turut. Penjaga kos mengkonfirmasi bahwa paman korban datang dengan kekhawatiran tinggi.
Upaya Masuk ke Kamar Kos
Paman korban dan penjaga kos awalnya mengetuk pintu kamar nomor 111 namun tidak mendapat respons. Mereka sempat berbincang di area parkir dimana paman mengungkapkan bahwa korban sedang dalam kondisi sakit dan sering kelelahan akibat aktivitas koasnya.
Kondisi Terakhir Korban
Berdasarkan pantuan CCTV, korban terakhir terlihat keluar dari kamar pada hari Minggu dan tidak terlihat lagi setelahnya. Teman korban juga pernah meminta untuk diinfus pada hari Minggu, menunjukkan kondisi kesehatan yang menurun.
Evakuasi Jenazah Mahasiswa Kedokteran
Setelah menggunakan kunci cadangan yang tidak berhasil karena kunci masih menempel di dalam, penjaga kos akhirnya masuk melalui ventilasi. Korban ditemukan dalam posisi telentang tak bernyawa dengan kondisi kamar yang penuh sampah. Tim kepolisian dan TNI kemudian melakukan olah TKP sebelum jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Pelaporan Kejadian
Keluarga korban melalui paman yang melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Proses evakuasi dan pemeriksaan TKP dilakukan dengan izin dari keluarga korban.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bantah Richard Lee ke Gereja untuk Ibadah, Sebut Hanya sebagai Pembicara
Ahn Hyo Seop dan Khalid Rilis Single Kolaborasi “Something Special” pada 22 Mei 2026
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati