Dampak dari perbuatannya ternyata lebih luas. Onad juga merasa perlu meminta maaf kepada rekan kerja dan tim profesional di sekitarnya, yang ikut terkena imbas. "Gue mau telepon teman-teman kerja gue juga yang sudah gue rugiin lah ibaratnya," pungkasnya.
Bagi Onad, seluruh pengalaman ini ibarat tamparan keras. Sebuah peringatan untuk berubah. Ia ingin membuktikan bahwa tiga bulan di pusat rehabilitasi bukanlah waktu yang sia-sia, bahwa ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan, dalam kata-katanya, "tahu diri".
"Gue minta maaf gue bukan contoh yang baik. Tapi gue jalanin tiga bulan di sini full, gue belajar banyak," katanya. "Siapa sih nggak pernah kena cobaan? Pasti gue lalui ini dengan lebih bijak lagi lah."
Kini, pilihannya jelas. Pergaulan akan dibatasi. Waktu lebih banyak dihabiskan di rumah. Kenyamanan sederhana di tengang keluarga, baginya, ternyata jauh lebih berharga dari segala hal yang pernah ia kejar sebelumnya.
Sebagai catatan, Onad sebelumnya diamankan polisi di kediamannya di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Kamis (30/10/2025) malam. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari tersangka lain yang diciduk di Sunter, Jakarta Utara.
Dalam penggeledahan saat itu, polisi menyita barang bukti sisa ganja dan papir. Ada juga dugaan bahwa Onad telah mengonsumsi ekstasi sebelum ditangkap, dilihat dari indikasi barang bukti yang sudah habis terpakai.
Artikel Terkait
Whildan Buka Suara Soal Kedekatan dengan Dera: Belum Pacaran, Lagi ke Arah Sana
Inul Daratista Pingsan Usai Derita Diare Berkepanjangan, Curhat BAB Berasa Mau Copot
Fajar Sad Boy: Dari Tangis Viral hingga Bakat Tersembunyi yang Mengejutkan
Keluarga Lula Lahfah Bakal Diperiksa, Penolakan Autopsi Jadi Sorotan