“Untuk tahun berapa spesifiknya aku gak bisa bilang tapi along the way akhirnya kita found out kalau ternyata sudah tidak bisa bersama karena beda prinsip,” katanya. Perbedaan itulah yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada kesepakatan untuk berpisah.
Sebagai ibu satu anak, Angbeen memilih melihat sisi terang dari pengalaman pahit ini. Menurutnya, perceraian memberinya segudang pelajaran berharga yang membuatnya tumbuh lebih dewasa.
“Pelajarannya banyak banget tapi yang pasti dari perceraian ini aku belajar menjadi orang yang lebih dewasa. Bahwa being a good mother and being a good wife itu tuh kompleks, banyak yang harus kita punya dan banyak bekal yang harus kita punya untuk bisa menjadi a good wife, a good mother gitu,” ungkapnya.
Yang menarik, Angbeen tak mau serta-merta menyalahkan mantan suaminya. Ia justru membuka diri tentang kekurangannya sendiri.
“Jadi kayak I don't blame him untuk perceraian ini karena aku juga punya banyak kekurangan. Kekurangan aku banyak, aku kan juga masih banyak belajar how to be good mother gitu, terus I have mental issue gitu, I have anxiety disorder,” akunya dengan jujur.
Kini, hidup terus berjalan. Pasca perceraian, fokus Angbeen adalah pada kebahagiaan dan pengembangan dirinya sendiri. Ia menemukan cara untuk bangkit.
“Coping mechanism aku setelah bercerai akhirnya I'm being happy with myself terus aku tuh ngembangin diri aku juga. Aku juga semakin senang berkarya, semakin senang masak, ya aku kadang-kadang menyenangkan diri sendiri dengan jalan-jalan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Aming Terkejut Lihat Babe Cabita Hidup di Trailer Film yang Tersimpan 7 Tahun
Tali Pusar Terlilit, Harapan Rizal Armada dan Monica Imas untuk Anak Keempat Pupus
Jennifer Bachdim Buka Suara Soal Transisi Karier Irfan dan Strategi Ekonomi Keluarga
Raffi Ahmad Santai Hadapi Sindiran Pedas Pandji di Stand Up Comedy