Tamara Tyasmara: Olahraga 4 Jam Sehari Demi Berat Badan Ideal di Layar Kaca

- Senin, 19 Januari 2026 | 20:00 WIB
Tamara Tyasmara: Olahraga 4 Jam Sehari Demi Berat Badan Ideal di Layar Kaca

Bagi seorang artis, penampilan di layar kaca memang tuntutan yang nyaris tak terhindarkan. Tekanan itu juga dirasakan betul oleh Tamara Tyasmara.

Meski sering dapat pujian karena postur tubuhnya yang dianggap 'goals', rupanya aktris itu masih merasa kurang percaya diri. Mantan istri Angger Dimas ini pun blak-blakan soal upaya kerasnya untuk mendapatkan berat badan ideal. Rutinitasnya? Olahraga ekstrem dan diet super ketat.

Menurut pengakuannya, berat badannya saat ini berada di kisaran 50 kilogram lebih. Bagi kebanyakan orang, angka itu mungkin sudah sangat bagus. Tapi bagi Tamara yang hidup di depan kamera, itu belum cukup.

"Sekarang di atas 50 loh (beratnya). Iya, karena di TV aku lihat gede juga kan. Jadi ya udah harus turunin lagi," ujar Tamara saat berbincang di Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Targetnya jelas: kembali ke angka 47 kilogram.

"Tetap aja ada yang kurang, ada yang harus diturunin lagi," tambahnya.

Nah, untuk mencapai target itu, Tamara benar-benar nggak setengah-setengah. Ia memadukan dua olahraga yang sedang nge-tren: Padel dan Pilates. Yang bikin keder, durasi latihannya bisa nyampe 4 jam dalam satu hari.

"Sehari itu bisa kayak main misalkan 4 jam. Pagi, terus sore. Kalau enggak sore, malam," jelasnya.

Ia membagi porsi latihannya dengan cukup cermat. Pilates dijadwalkan di pagi hari, fokus untuk pembentukan otot dan sekaligus menenangkan pikiran. Sementara itu, Padel ia andalkan sebagai senjata ampuh untuk bakar kalori.

"Kalau pilates itu kan lebih untuk membentuk badan ya sama mindfulness. Nah, kalau padel itu aku ngincar cardionya. Karena kan lari-lari, keringetan, ngincar biar kurus sih sebenarnya," papar Tamara.

Tapi olahraga saja tentu tidak cukup. Di sisi lain, Tamara juga sangat menjaga apa yang masuk ke piring makannya. Ia mengaku sudah berhenti total mengonsumsi nasi putih biasa. Sebagai pengganti karbohidrat, pilihannya jatuh pada beras porang.

"Pakai nasi ini, beras porang. Kayak nasi juga tapi ya rasanya gimana ya, rasanya agak aneh sih. Tapi kalau pakai lauk kan ketutup jadinya," tandasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar