Ledakan IHSG 4,5%! Market Cap Tembus Rp 15.234 T, Tapi Ada yang Anjlok...

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 06:40 WIB
Ledakan IHSG 4,5%! Market Cap Tembus Rp 15.234 T, Tapi Ada yang Anjlok...

IHSG Menguat 4,5% ke 8.271,72, Market Cap Tembus Rp 15.234 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif pada pekan ketiga Oktober, dengan penguatan signifikan sebesar 4,5 persen. IHSG berhasil menguat ke level 8.271,72 dalam periode perdagangan 20 hingga 24 Oktober.

Pergerakan naik IHSG ini turut mendorong kapitalisasi pasar atau market cap Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tumbuh 3,31 persen, mencapai Rp 15.234 triliun.

Transaksi Harian Turun Meski Indeks Menguat

Meski dua indikator utama tersebut tumbuh, aktivitas perdagangan justru menunjukkan pelemahan. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat turun 18,85 persen menjadi Rp 22,28 triliun, dari posisi sebelumnya Rp 27,46 triliun.

Volume perdagangan saham juga mengalami kontraksi sebesar 19,70 persen menjadi 30,47 miliar lembar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi harian berkurang 12,91 persen menjadi 2,36 juta kali.

Arus Modal Asing Masih Positif dengan Beli Bersih Rp 4,23 Triliun

Di tengah melambatnya aktivitas transaksi, aliran dana asing atau foreign net buy justru mencatatkan angka positif. Sepanjang pekan, investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp 4,23 triliun di pasar saham Indonesia.

Saham-Saham Penggerak Indeks dan Sektor Terkuat

Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja sejumlah saham emiten besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 10,33 persen, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 10 persen dengan kontribusi 57,07 poin terhadap IHSG.

Saham-saham blue chip lain yang memberikan kontribusi besar antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang naik 14,24 persen, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Astra International Tbk (ASII) yang masing-masing menyumbang lebih dari 40 poin.

Dari sisi sektoral, sektor properti dan real estate menjadi penyumbang penguatan tertinggi dengan kenaikan 15,82 persen. Sektor transportasi dan logistik mengikuti dengan kenaikan 8,45 persen, dan sektor industri yang naik 7,41 persen. Di sisi lain, sektor teknologi tercatat melemah 4,67 persen dan sektor bahan baku turun 2,67 persen.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar