Wall Street mengakhiri perdagangan Rabu (27/5/2026) waktu setempat dengan catatan positif. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil ditutup pada rekor tertinggi, didorong oleh penguatan saham sektor kesehatan dan konsumen, sementara S&P 500 dan Nasdaq cenderung bergerak stabil.
Berdasarkan laporan Reuters, Dow Jones naik 182,60 poin atau 0,36 persen ke level 50.644,28. S&P 500 menguat tipis 1,24 poin atau 0,02 persen menjadi 7.520,36, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 18,55 poin atau 0,07 persen ke posisi 26.674,74.
Saham Procter & Gamble tercatat melesat 3,2 persen, sementara UnitedHealth menguat 1,9 persen. Kedua emiten ini menjadi motor utama penggerak indeks Dow Jones menuju rekor baru.
Di sisi lain, sektor perbankan justru mengalami pelemahan. Saham JPMorgan Chase ambles 2,4 persen setelah CEO Jamie Dimon memberikan peringatan bahwa biaya tahun ini berpotensi melampaui perkiraan hingga USD1 miliar.
Para pelaku pasar tampak mengambil jeda dari reli yang sebelumnya dipimpin oleh saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Mereka juga mencermati perkembangan negosiasi perdamaian di Timur Tengah yang masih berlangsung.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan sedikit kemajuan menuju kesepakatan. Namun, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa masih ada sejumlah masalah yang harus diselesaikan antara kedua negara. Kantor berita Iran, Fars News, juga melaporkan adanya isu-isu yang belum tuntas.
Sementara itu, tekanan pada saham chip membebani indeks Nasdaq yang didominasi sektor teknologi. Indeks energi S&P 500 turun 1,5 persen, sejalan dengan penurunan harga minyak mentah yang mencapai 5 persen.
Dari sisi subindeks, sektor consumer discretionary menjadi pemimpin kenaikan dengan lonjakan 1,9 persen. Namun, saham teknologi melemah setelah menembus rekor tertinggi pada Selasa lalu.
Saham-saham semikonduktor ikut tertekan setelah reli yang cukup kuat sebelumnya. Intel turun 1,4 persen, Marvell Technology merosot 4,6 persen, dan Qualcomm jatuh 6 persen setelah mengalami kenaikan tajam sehari sebelumnya. Raksasa chip Nvidia juga melemah 1 persen, sementara indeks semikonduktor Philadelphia turun 1,4 persen setelah mencapai puncak historis pada Selasa.
Artikel Terkait
Harga Emas Anjlok ke Titik Terendah Dua Bulan, Tertekan Konflik Iran-AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Reformasi Ekspor Komoditas Dinilai Perkuat Likuiditas Valas, Namun Perbankan Waspadai Risiko Eksekusi
BEI Hapus 30 Waran Terstruktur dari Perdagangan per 10 Juni 2026
Merck Bagikan Dividen Rp123,2 Miliar, Laba Melonjak 59 Persen Sepanjang 2025