Menurut Tommy, pertemuan ini dilandasi niat baik kliennya. Intinya, Fahmi ingin balik. Ingin membangun kembali rumah tangga yang rusak dan memulihkan kepercayaan Mawa yang, menurut pengakuannya, masih sangat terluka.
"Tapi karena ada niatan baik Insanul untuk balik kepada Mawa, untuk bisa kembali lagi, maka inilah fasilitasi saya untuk bisa membangun lagi trust-nya Mawa. Jadi memang benar-benar sangat sakit sekali ya Mawa ini. Jadi ya itu yang dirasakan, jadi kita pahami," papar Tommy.
Ia menekankan, semua pihak berangkat dengan pikiran positif. Tidak ada agenda tersembunyi. Niat Fahmi, katanya, sangat jelas dan tulus.
"Makanya oleh karena itu dengan pertemuan tadi kita sama-sama positive thinking. Artinya kita tidak ada negatif, tidak ada pemikiran-pemikiran apapun karena niatnya adalah nawaitu kita waktu berangkat sama Insan," ujar Tommy.
"Insan nawaitunya apa? 'Saya mau Bang kembali lagi karena saya sayang sekali sama Mawa'. Itu yang tersebut sekali di kuping saya sampai di mobil pun dia sampai menyebut itu," tambahnya, menggambarkan keseriusan kliennya.
Pertemuan yang dinanti akhirnya terjadi pada Kamis lalu. Kedua belah pihak hadir, didampingi keluarga masing-masing. Di sana, di ruang yang mungkin penuh ketegangan dan harapan yang tertahan, Insanul Fahmi menyampaikan lagi keinginannya: kembali bersama Wardatina Mawa dan mendapat kepastian untuk masa depan mereka.
Artikel Terkait
Doktor Pariwisata Tersandung Kasus Penipuan Investasi Rp 400 Juta
Gereja Buka Suara Soal Pernikahan Aurelie dan Roby: Ada Pernikahan, Tapi...
Doktif Tantang Keadilan Hukum: Saya Lawan Mafia Skincare, Bukan Orang Per Orang
Jonathan Frizzy dan Ririn Dwi Ariyanti: Coming Soon New Chapter Usai Masa Kelam