Inara Rusli Buka Suara: Dua Bulan Tak Jumpa Anak, Ini Alasan di Balik Perebutan Hak Asuh

- Jumat, 09 Januari 2026 | 13:15 WIB
Inara Rusli Buka Suara: Dua Bulan Tak Jumpa Anak, Ini Alasan di Balik Perebutan Hak Asuh

Menanggapi tudingan itu, Inara bersikap tegas. Ia menantang agar setiap klaim dibuktikan secara hukum. “Semua omongan itu kan harus ada buktinya karena ini negara hukum. Kalau ada buktinya dan tidak terbukti ya ada konsekuensi hukum kan.”

Menurut ibu tiga anak ini, istilah ‘kasar’ dalam mendidik sering kali disalahpahami. “Kadang ada orang yang memang tegas sama anaknya itu dianggap kasar. Ada yang ngomong harus dengan gebrak meja itu udah dibilang kasar jadi ya beda-beda,” jelasnya. Ia merasa penilaian orang sering kali melupakan konteks.

Lebih jauh, Inara membeberkan prinsipnya dalam mendidik, yang ia klaim berlandaskan ajaran Islam. “Aku enggak tau dengan yang dimaksud kasar ini apa, tapi yang jelas aku paham bahwa dalam Islam memukul anak itu tidak boleh menyakiti sampai meninggalkan bekas.”

Ia pun mengakui pernah memberikan hukuman fisik, meski dengan alasan yang ia anggap sangat serius.

“Aku enggak pernah cubit, kalau pukul pernah tapi karena satu hal yang fatal menurut aku. Mencuri misalnya, mencuri bukan berarti tentang uang aja ya tapi mengambil tanpa seizin dan itu sudah dilakukan berulang kali dan kita sudah mendidik berulang kali, memberitahu berulang kali tapi masih dilakukan kan harus ada konsekuensinya.”

Di usianya yang ke-32, Inara menegaskan bahwa hukuman semacam itu bukanlah luapan emosi. Ia menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab, sebuah cara untuk membentuk karakter dan mengajarkan batasan sejak dini.

Di akhir pembicaraan, ia meninggalkan pesan yang terdengar seperti renungan. “Kalau emang anak ini harus bersama dengan figur yang baik gitu ya, kalau emang aku enggak cukup baik ya seenggaknya intropeksi diri aja gitu. Mengingat rekam jejak digitalkan juga enggak bisa hilang.”


Halaman:

Komentar