Merasa tak dihargai, Fuji naik pitam. Ia keluar dari kolam renang dan menghampiri si ibu. Suasana langsung memanas.
Di sisi lain, sang ibu justru bersikukuh. Ia merasa punya hak penuh untuk merekam siapa pun dengan ponselnya. "Kan hape kita. Emang kenapa kalau direkam? Mau lapor apa?" begitu kira-kira pembelaannya. Keadaan baru mereda setelah tiga petugas keamanan turun tangan memisahkan mereka. Kakak Fuji, Fadly Faisal, juga ikut campur untuk menyelesaikan masalah.
Mendengar cerita itu, Raditya Dika pun angkat bicara. Ia menekankan soal etika di ruang publik, yang meski tak tertulis, tetap penting untuk dijaga.
Bagi Fuji, kejadian direkam diam-diam memang bukan hal baru. Tapi yang di Bali itu benar-benar keterlaluan. Durasi rekamannya lama, dan peringatannya diabaikan. Ia pun menutup dengan harapan sederhana.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia