"Akhirnya aku naik emosi lah. Aku keluar dari kolam renang, aku turun. 'Bu, saya enggak mau direkam, hapus sekarang,'" ujarnya tegas.
Keributan pun nggak terhindarkan. Si ibu bersikukuh punya hak penuh untuk merekam siapa pun dengan ponselnya sendiri.
"Ujung-ujungnya kami dipisahin sama satpam tiga. Karena orangnya ngeselin. 'Kan hape kita. Emang kenapa kalau direkam? Mau lapor apa?'," kata Fuji menirikan ucapan si ibu.
Raditya Dika yang mendengar cerita itu pun angkat bicara.
"Mungkin nggak ada aturannya, tapi secara etika kan elu pengin have fun, gue juga pengin have fun," tanggapnya.
Di akhir cerita, Fuji mengaku paham risiko jadi sosok di depan publik. Tapi dia berharap ada timbal balik pengertian.
"Aku tahu risiko public figure, tapi kalau misalnya aku sudah tegur, saling ngertiin lah," tutupnya. Intinya sederhana: privasi itu hak semua orang, meski wajahmu sering muncul di layar.
Artikel Terkait
Bio Instagram Berubah, Denada Akui Anak Kandung Usai Dituding Telantarkan
Sidang Perceraian Boiyen-Rully Sepi, Keduanya Absen Lagi
Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim Soal Lawakan 13 Tahun Silam
Enrico Tambunan Buka Suara: Jangan Jelekkan Nama Almarhumah Ibu Saya