Sebelum diangkat ke layar, webtoon karya TurtleMe ini sudah punya basis penggemar global yang sangat besar. Wajar saja, adaptasi animenya masuk dalam daftar paling ditunggu tahun ini. Banyak yang berharap ia bisa mengulangi, atau bahkan menyaingi, kesuksesan Solo Leveling.
Nyatanya? Harapan tinggal harapan.
Alih-alih menyajikan petualangan epik Arthur dengan animasi memukau, yang ditampilkan justru kualitas visual yang di bawah standar. Adegan aksinya terasa datar dan kurang greget. Kekecewaan penggemar pun meluap sampai-sampai muncul petisi online.
Isinya? Minta studio untuk mengulang produksi anime itu dari nol. Menurut sejumlah sumber, petisi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 50 ribu tanda tangan saat anime itu masih tayang. Itu menunjukkan betapa besarnya kekecewaan mereka.
Please Put Them On, Takamine-san: Kontroversi yang Merusak Citra
Anime ketiga ini bikin banyak orang mengernyitkan dahi. Ceritanya mengikuti Takamine, seorang ketua OSIS dengan kemampuan aneh: dia bisa mengulang waktu setiap kali melepas celana dalamnya. Konsepnya sendiri sudah terdengar… aneh, ya?
Alur ceritanya kemudian banyak menjurus ke konten berbau porno. Hal ini jelas bikin tidak nyaman bagi banyak penonton. Bukan cuma soal ketidaknyamanan, anime ini juga dituding merusak citra industri anime secara keseluruhan. Daripada dinikmati, Please Put Them On, Takamine-san justru lebih banyak menuai kritik dan akhirnya dicap sebagai salah satu kegagalan di tahun 2025.
Jadi, meski tahun ini dihiasi oleh banyak karya gemilang, ketiga judul di atas jadi pengingat bahwa ekspektasi tinggi tak selalu berbuah manis. Semoga ke depannya, adaptasi atau sekuel yang dinanti bisa lebih memerhatikan kualitas dan hati para penggemar setianya.
Artikel Terkait
Gugatan Rp 7 Miliar, Ressa Rosano Tuntut Pengakuan sebagai Anak Denada
Iis Dahlia Dituding Memojokkan Ressa di Tengah Kontroversi Denada
Ancaman Pistol Ussama Warnai Kisah Penyerahan Ressa, Anak Denada
Malam Hangat Nostalgia, Padi Reborn Rayakan 28 Tahun dengan Sal Priadi dan Fanny Soegi