Bagian kedua lagu ini mengulang kesedihan yang sama, namun dengan penekanan yang lebih dalam.
Kau tepikan aku, kau renggut mimpi Yang dulu kita ukir bersama Seolah aku tak pernah jadi bagian besar dalam hari-harimu Seolah janji dan kata-kata yang telah terucap kehilangan arti
Dan kemudian, keputusan yang tegas itu diulang lagi. Sebuah penegasan.
Lebih baik kita usai di sini Sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana Mengerti kapan harus berhenti Ku kan menunggu tapi tak selamanya
Di bagian penutup, ada secercah penerimaan. Bukan sikap sinis, tapi sebuah kedewasaan.
Tak akan jera kupercaya cinta Manis dan pahitnya kan kuterima Kini kisah kita akhiri dengan makna
Lagu ditutup dengan pengulangan chorus terakhir, yang perlahan-lahan memudar. Seperti sebuah kepasrahan.
Lebih baik kita usai di sini Sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana Mengerti kapan harus berhenti Ku kan menunggu, tapi tak selamanya Ku kan menanti... Tapi tak selamanya...
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia