"Logistik itu kuncinya. Ditambah BBM. Soalnya banyak jalan dan jembatan ke Banda Aceh yang putus total," tambahnya.
Keadaan di lapangan benar-benar memprihatinkan. Banyak warga, dari lansia sampai anak-anak, masih kelaparan. Bahkan, daerah-daerah yang terpencil dan jauh dari kota sama sekali belum terjamah bantuan.
"Anak-anak di beberapa tempat yang belum kebagian bantuan kondisinya memilukan. Mereka makan apa saja yang bisa ditemukan. Rumah-rumah? Sudah hilang tertimbun tanah, berubah jadi daratan baru," cerita Taufiq dengan nada berat.
Ia menyebut tiga hal yang paling krusial: sinyal komunikasi, logistik, dan tempat tinggal. Semuanya serba sulit.
Pengalaman pribadinya pun tak kalah mencekam. Taufiq sendiri sempat terjebak longsor di Takengon saat sedang berlibur. Butuh waktu berhari-hari baginya untuk bisa mencapai bandara di Bandar Meriah. Setelah antre dua hari penuh di bandara, akhirnya dia dan teman-temannya dievakuasi bersama pengungsi lain menggunakan pesawat Hercules menuju Medan. Perjalanan yang melelahkan, sekaligus membuka matanya betapa dahsyatnya bencana ini.
Artikel Terkait
Misteri Kematian Lula Lahfah, Selebgram Multitalenta yang Ditemukan di Apartemen Mewah
Polisi Tunda Vonis, Tunggu Autopsi untuk Ungkap Penyebab Meninggalnya Lula Lahfah
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Cipete
El Rumi Buka Suara: Inilah Alasan Utama Saya Mantap Pinang Syifa Hadju