“Richa baru menyadari kalau semua itu adalah firasat,” ujar Sheza Idris dalam video tersebut.
Kata-kata itu diungkapkan dengan nada berat. Seolah, semua tanda sudah ada, hanya saja waktu yang membuatnya belum terpahami. Kini, setelah semuanya terjadi, barulah setiap ucapan dan tindakan almarhum mendapatkan konteks yang menyayat hati.
Cerita ini tentu menambah gambaran tentang hari-hari terakhir Gary Iskak. Di satu sisi, ia terlihat seperti biasa. Namun di balik itu, rupanya ada semacam “persiapan” halus yang ia lakukan untuk orang-orang terdekatnya. Richa, yang hidup bersama Gary, baru menyambungkan titik-titik itu setelah kepergian sang suami.
Momen bagi-baju dan pembicaraan tentang masa depan yang ia tahu mungkin tak akan dijalaninya itu, menjadi kenangan pahit sekaligus berharga. Sebuah firasat yang tertinggal, dari seorang suami dan ayah, untuk keluarganya.
Artikel Terkait
Mawa Ajukan Dua Syarat Tegas untuk Insanul Fahmi yang Ingin Rujuk
Denny Sumargo Tolak Undangan Roby Tremonti Usai Dengar Kronologi Aurelie
Investor Sate Man Boiyen Tuntut Rully Anggi Akbar: Transfer ke Rekening Pribadi, Janggal!
Kak Seto Berbenah: Refleksi atas Luka Lama di Bawah Sorotan