Jeruji Besi Tak Seberat Rindu Ammar Zoni pada Anak-anaknya

- Kamis, 20 November 2025 | 15:20 WIB
Jeruji Besi Tak Seberat Rindu Ammar Zoni pada Anak-anaknya

Di Balik Jeruji, Ammar Zoni Takut Anak-anaknya Lupa Padanya

Ammar Zoni lagi-lagi membuka suara dari tempat yang serba terbatas. Kali ini, bukan tentang tuntutan hukum yang dihadapinya, melainkan sesuatu yang jauh lebih personal dan menusuk hati.

Menurut pengacaranya, Jon Mathias, yang ditemui usai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (20/11) lalu, kondisi psikis Ammar tengah rentan. Di malam sebelum sidang, aktor itu menyampaikan curahan hati yang dalam. Rupanya, ada satu ketakutan besar yang menggerogotinya: khawatir anak-anaknya akan melupakan dirinya.

Bayangkan saja. Dia takut bahwa keheningan dan ketidakhadirannya selama ini bisa dianggap anak-anaknya, yang masih kecil, sebagai sebuah ketiadaan permanen. "Jangan ada kesan nanti memori di anaknya itu seolah-olah dia (Ammar) sudah enggak ada," kata Jon, menirukan kegelisahan kliennya.

Di sisi lain, kerinduan yang dia rasakan sudah begitu mendalam. Komunikasi dengan anak-anaknya dari Irish Bella terputus cukup lama. "Dia sampaiin itu aja, yang jelas dia rindu sama anak-anaknya," tutur Jon dengan nada prihatin.

Harapannya sebenarnya sederhana. Di tengah segala keterbatasan ini, Ammar cuma ingin punya ruang untuk berkomunikasi dengan buah hatinya. Lewat Jon, dia menyampaikan pesan kepada Irish Bella, mantan istrinya. Dia mohon agar dibukakan pintu komunikasi, sekecil apa pun itu.

Memang, pertemuan fisik saat ini mungkin mustahil. Tapi setidaknya, ada celah untuk mendengar suara mereka. "Kita mohon jugalah ke pihaknya mantan istrinya Ammar untuk bisa berhubungan. Kan bisa kita fasilitasi anaknya, mungkin minimal Ammar bisa mendengar suaranya," jelas Jon lebih lanjut.

Bagi Ammar, akses sekadar mendengar suara anak-anaknya itu bukan cuma soal pelepas rindu. Itu adalah penguat. Penguat bagi anak-anak, bahwa ayah mereka masih ada dan selalu memikirkan mereka dari balik jeruji besi ini.

"Minimal dia (anak-anak) tahulah bahwa Daddy-nya, Ammar-nya masih ada, masih hidup," ujar Jon. "Sedih juga kita mendengarnya," tambahnya, mengakhiri penuturannya dengan nada yang berat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar