Klaim Anti-Poligami Habib Bahar Runtuh, Istri Ketiga Bongkar Pernikahan Diam-diam

- Rabu, 19 November 2025 | 09:10 WIB
Klaim Anti-Poligami Habib Bahar Runtuh, Istri Ketiga Bongkar Pernikahan Diam-diam

Klaim Anti Poligami Habib Bahar Dikontraskan dengan Kemunculan Istri Ketiga

Jakarta - Pernyataan kontroversial Habib Bahar bin Smith tentang penolakannya terhadap poligami kembali mencuat seiring munculnya pengakuan Helwa Bachmid sebagai istri ketiga sang habib. Unggahan Bachmid di media sosial mengungkapkan pernikahan mereka yang berlangsung pada 15 November 2024, disertai pengakuan bahwa selama setahun menikah, Habib Bahar jarang menemuinya dan memberikan nafkah.

Fakta ini berbanding terbalik dengan pernyataan Habib Bahar dalam siaran langsung sebelumnya. Saat itu, dengan tegas ia menyatakan kesetiaannya pada istri sahnya, Fadlun Balghoits. "Walaupun hidup saya dikelilingi perempuan, hati saya hanya milik Syarifah Fadlun," deklarasinya di kanal YouTube resminya.

Dengan penekanan, Habib Bahar menegaskan Fadlun sebagai satu-satunya istri dan menyatakan tidak ada niatan berpoligami. "Satu, benar cuma satu," tegasnya.

Namun respons Fadlun yang hadir di sampingnya justru mengungkap ironi. Dengan nada sinis, ia membantah perkataan suaminya. "Kalau ada Lun kakak bilang satu, kalau nggak ada kakak bilang tiga," ujarnya menirukan sang suami.

Ketegangan semakin terasa ketika Fadlun menyoroti komentar penonton mengenai poligami. "Poligami apa tuh? Bib nggak nyari istri lagi nggak? Siapa tuh?" timpalnya dengan nada kesal.

Habib Bahar berusaha meredakan situasi dengan menyatakan telah "mengharamkan" hatinya untuk orang lain. "Cinta ana hanya buat Fadlun, sudah habis sudah," katanya.

Fadlun kemudian menyampaikan sikap tegasnya. "Habib mau tanpa izin nikah lagi di belakangku, intinya Ana tidak pernah anggap itu makhluk-makhluk halus," tegasnya dengan emosi yang mulai meninggi.

Sebelum Helwa Bachmid, Habib Bahar tercatat pernah menikah dengan Jihana Roqayah yang meninggal dalam kecelakaan di Tol Cipali pada 14 September 2018.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar