Hantaran Pernikahan: 7 Barang Wajib & Pantangan yang Sering Terlupakan!

- Rabu, 22 Oktober 2025 | 05:15 WIB
Hantaran Pernikahan: 7 Barang Wajib & Pantangan yang Sering Terlupakan!
Panduan Lengkap Hantaran Pernikahan: Barang Wajib & Pantangan Makanan

Panduan Lengkap Hantaran Pernikahan: Barang, Makna, dan Pantangan

Hantaran pernikahan adalah tradisi yang sarat dengan makna dan harapan bagi pasangan yang akan memulai hidup baru. Tradisi ini bukan sekadar pemberian, tetapi merupakan simbol restu dan cerminan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh keluarga. Dalam adat, seserahan dari mempelai pria menjadi simbol tanggung jawab kepada keluarga mempelai wanita, yang biasanya diberikan saat lamaran atau sebelum akad nikah.

Jenis-Jenis Barang Hantaran Pernikahan dan Maknanya

Berikut adalah beberapa jenis barang yang umum dan penuh makna untuk dijadikan hantaran pernikahan:

1. Seperangkat Alat Shalat

Bagi pasangan Muslim, seperangkat alat shalat seperti mukena, sajadah, tasbih, dan Al-Qur'an adalah hantaran wajib. Barang-barang ini melambangkan komitmen untuk membangun rumah tangga yang dilandasi nilai-nilai agama yang kuat.

2. Seperangkat Pakaian

Hantaran yang berisi aneka pakaian wanita, dari pakaian dalam hingga sepatu dan tas, melambangkan kepercayaan dan kesetiaan. Ini adalah simbol untuk saling menjaga rahasia dan kesucian cinta dalam mahligai pernikahan.

3. Seperangkat Perawatan Tubuh dan Kosmetik

Peralatan perawatan tubuh dan pemulas wajah menjadi bagian penting. Hadiah ini mengandung harapan agar mempelai wanita selalu tampil cantik dan membawa kebahagiaan bagi suaminya.

4. Makanan dan Buah-Buahan

Makanan dan buah-buahan sering hadir sebagai pelengkap hantaran. Pemilihannya tidak boleh sembarangan karena memiliki makna simbolis yang dalam dan harus sesuai dengan etika adat.

Makanan Wajib untuk Hantaran Pernikahan

Menurut pakar kuliner Indonesia, Prof. Murdijati Gardjito, makanan untuk hantaran pernikahan haruslah kudapan yang manis dan lengket. Filosofi ini menggambarkan harapan agar cinta pasangan selalu manis dan hubungan mereka erat serta tidak terpisahkan. Bahan dasarnya biasanya dari gula, ketan, dan kelapa.

Berikut empat makanan wajib dalam hantaran pernikahan adat Jawa:

  • Wajik Coklat: Makanan manis yang diuleni tangan, melambangkan kebersamaan yang manis dan menyatu.
  • Jenang: Mirip dodol dan terbuat dari tepung ketan, simbol persatuan yang kuat dan rasa manis yang legit.
  • Jadah: Ketan yang dimasak dengan santan dan ditumbuk, melambangkan kesatuan di mana individu tetap ada namun menyatu dengan harmonis.
  • Pisang Raja: Buah dengan kandungan gula tertinggi, menjadi simbol kebesaran, kemanisan, kebahagiaan, dan harapan baik bagi pengantin.

Pantangan Makanan dalam Hantaran Pernikahan

Selain makanan yang dianjurkan, ada juga makanan yang pantang untuk dibawa. Dalam filosofi Jawa, makanan dengan rasa pahit dan asam harus dihindari karena bertentangan dengan prinsip "manis dan lengket". Kedua rasa ini dianggap membawa pertanda kurang baik dan dapat melambangkan kehidupan rumah tangga yang getir atau bermasalah di kemudian hari.

Dengan memilih hantaran pernikahan yang tepat, Anda tidak hanya menjalankan tradisi, tetapi juga menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk kebahagiaan pasangan pengantin.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar