Namun begitu, dia juga memberikan catatan penting. Tidak semua penderita GERD disarankan untuk mencoba cara ini. Bagi yang kondisinya sudah kronis atau cukup parah, intermittent fasting justru bisa memperburuk keadaan. Risikonya tak main-main.
Jelasnya.
Intinya, memahami kondisi tubuh sendiri itu kunci. Dr. Tirta mengingatkan, metabolisme dan karakter tiap orang itu berbeda. Apa yang cocok untuk satu orang, belum tentu cocok untuk yang lain. “Selalu kenali metabolisme tubuhmu dan karakter tubuhmu,” pesannya, menyebut berbagai metode diet yang sedang tren.
Jadi, sebelum ikut-ikutan tren diet, ada baiknya kita berpikir ulang. Terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit lambung. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter jelas langkah yang lebih bijak, ketimbang langsung terjun mencoba tanpa pertimbangan matang.
Artikel Terkait
Ahli Ungkap Cara Sederhana Tingkatkan Dopamin, dari Makanan hingga Aktivitas Ringan
Dr. Boyke Ingatkan Penurunan Testosteron dan Pentingnya Pola Hidup Sejak Usia 25
Insanul Fahmi Selesaikan Pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jawab 30 Pertanyaan
Aktor Game of Thrones Michael Patrick Meninggal Dunia Akibat Penyakit Neuron Motorik