3. Ajak Teman Ngobrol
Kalau Anda tidak sendirian, manfaatkan itu. Ajaklah penumpang di samping Anda untuk mengobrol. Percakapan ringan bisa membantu menjaga otak tetap aktif dan waspada. Lebih bagus lagi jika ada yang bisa gantian menyetir, sehingga beban tidak hanya pada satu orang.
“Kalau perlu, mintalah seseorang untuk menemani Anda mengemudi di kursi depan,” begitu saran dari salah satu sumber. Intinya, jangan biarkan kabin dalam keheningan yang justru mendorong kantuk.
4. Kopi? Boleh, Tapi Jangan Andalkan
Minuman berkafein seperti kopi atau teh memang bisa mendongkrak kewaspadaan untuk sementara. Tapi ingat, efeknya hanya beberapa jam. Konsumsi secukupnya dan jangan jadikan ini solusi utama. Tetap imbangi dengan istirahat yang cukup, karena kafein bukan pengganti tidur.
5. Kenali Sinyal Tubuh Anda
Microsleep biasanya datang dengan peringatan. Mata terasa berat, menguap terus-menerus, pikiran melayang, atau tiba-tiba lupa apa yang terjadi beberapa detik lalu. Jika tanda-tanda ini muncul, jangan paksakan diri. Segera menepi dan beristirahat. Memaksakan berkendara dalam kondisi itu sama saja dengan mengundang bahaya.
Intinya, dengarkan tubuh Anda. Perjalanan yang aman lebih penting daripada buru-buru sampai. Selamat mudik dan hati-hati di jalan!
Artikel Terkait
Riset Ungkap Manfaat Rutin Minum Teh di Pagi Hari untuk Energi dan Kesehatan Jantung
VISION+ Hadirkan Ratusan Microdrama dengan Konflik Padat dan Durasi Singkat
Sidang Perceraian Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa Lanjut ke Mediasi
Pemerintah Alokasikan Rp15,32 Triliun untuk KIP Kuliah 2026, Targetkan Jangkau Lebih dari Satu Juta Mahasiswa