JAKARTA – Sudah jaga pola makan, tapi gejala GERD atau asam lambung masih saja kerap muncul. Bikin frustrasi, kan? Ternyata, menurut para ahli, kondisi itu bisa jadi sinyal bahwa tubuh butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap akar masalahnya.
Dr. Hasan Maulahela, spesialis gastroenterologi dari RS Pondok Indah, menjelaskan bahwa ketika keluhan tak kunjung reda, langkah diagnosis biasanya dimulai dari percakapan mendalam dengan pasien. “Dokter akan melakukan wawancara medis untuk memahami betul gejala yang dirasakan,” ujarnya.
Namun begitu, jika gejala masih sering kambuh, wawancara saja tak cukup. Pemeriksaan penunjang seperti endoskopi seringkali disarankan.
“Lewat prosedur itu, kondisi saluran pencernaan bisa dilihat secara langsung,” tambah dr. Hasan dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Endoskopi, atau yang dikenal sebagai gastroskopi untuk kasus GERD, menggunakan selang lentur berkamera yang dimasukkan lewat mulut. Alat ini memungkinkan dokter mengintip keadaan kerongkongan, lambung, hingga usus. Hasilnya? Berbagai gangguan seperti peradangan atau luka bisa terdeteksi. Itulah yang mungkin jadi dalang di balik asam lambung yang terus menerus naik.
Untuk kasus yang lebih rumit, ada teknologi lebih canggih bernama Endoscopic Ultrasound (EUS). Teknik ini memadukan endoskopi dengan USG, sehingga gambaran yang dihasilkan jauh lebih detail dan mendalam.
“Dengan EUS, struktur dinding saluran cerna bisa dilihat dengan sangat rinci. Bahkan, pada beberapa kasus, terapi seperti penyuntikan obat bisa langsung diberikan di area bermasalah,” jelasnya.
Artikel Terkait
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana
Epidemiolog Ingatkan Risiko Ciuman Bayi Saat Lebaran
Kemenkes Genjot Perang Melawan Kusta dengan Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma
Autumn Durald Arkapaw Jadi Perempuan Pertama Peraih Oscar Sinematografi Terbaik