Takaran yang disarankan pun terbilang wajar. Cukup dua sampai tiga cangkir sehari. Dengan jumlah segitu, potensi penurunan risiko demensia bisa mencapai 18 persen. Lumayan, bukan?
Lalu, bagaimana mekanismenya? Farhan menerangkan, kafein dalam kopi punya peran penting. Zat ini membantu meningkatkan aliran darah menuju otak. Alhasil, suplai oksigen dan nutrisi jadi lebih lancar, yang pada akhirnya menjaga pembuluh darah agar tidak gampang rusak.
Di sisi lain, buat yang bukan penggemar kopi, jangan khawatir. Teh juga bisa jadi pilihan. Farhan menyebut, konsumsi satu hingga dua cangkir teh per hari juga memberikan efek perlindungan yang serupa bagi otak.
Namun begitu, dia tetap mengingatkan untuk tidak berlebihan. Konsumsi kopi dan teh harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Yang tak kalah penting, kebiasaan minum ini hanyalah satu bagian dari puzzle. Gaya hidup sehat secara keseluruhan tetaplah kunci utama untuk menjaga ketajaman pikiran sampai tua nanti.
Artikel Terkait
Doa Hari ke-12 Ramadhan: Mohon Aib Ditutup dan Dihiasi Kebaikan
Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Langsung Konsumsi Gula Saat Buka Puasa
Riski Permadi Terhenti di Babak Enam Besar Cahaya Muda Indonesia
Menkes Ingatkan Bahaya Sahur dengan Mi Instan Plus Nasi, Bisa Lemas dan Cepat Lapar