MURIANETWORK.COM - Inara Rusli akhirnya memberikan klarifikasi terkait pertanyaan publik yang kerap dilontarkan kepadanya: mengapa ia bersedia membuka hubungan dengan Insanul Fahmi di masa awal perkenalan, padahal pria tersebut diketahui telah beristri. Dalam penjelasannya, Inara mengungkap bahwa Insanul Fahmi saat itu memproyeksikan diri sebagai lajang, didukung oleh status 'belum kawin' pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan ketiadaan jejak keluarga di media sosialnya.
KTP dan Citra Diri yang Diberikan
Tekanan dari warganet yang mempertanyakan kewaspadaan Inara akhirnya terjawab. Artis tersebut menegaskan, dalam interaksi awal mereka, Insanul Fahmi memberikan kesan kuat sebagai seorang bujangan. Kesan ini bukan tanpa bukti. Inara menyatakan bahwa ia sempat mengecek dokumen resmi Insanul Fahmi.
Menanggapi pertanyaan langsung seorang netizen di fitur Instastory-nya mengenai status perkawinan di KTP Insanul Fahmi, Inara memberikan konfirmasi tegas.
"KTP I (Insan) statusnya single?" tanya seorang netizen.
Inara Rusli pun membalas dengan emotikon '100', sebuah kode yang umum dipahami sebagai persetujuan penuh atas pernyataan tersebut. Respons sederhana ini mengungkap fakta mengejutkan bahwa dokumen identitas resmi Insanul Fahmi saat itu tercatat sebagai belum menikah.
Strategi Media Sosial yang Menyesatkan
Lebih dari sekadar dokumen, citra yang dibangun Insanul Fahmi di ruang publik secara konsisten mendukung narasi status lajangnya. Inara mengungkapkan bahwa pria itu sendiri mengakui strategi konten media sosialnya yang sengaja dibuat "spek lajang".
Bukan hanya istri dan anak, bahkan seluruh anggota keluarganya absen dari unggahan media sosial Insanul Fahmi. Alasan yang diberikan Insan untuk hal ini, menurut penuturan Inara, terdengar masuk akal pada saat itu.
"Di podcast beliau sendiri (Insan) bilang kalau sosmed-nya spek lajang. Dan gak cuma anak istri yang gak ada di sosmednya, keluarganya I juga gak ada," jelas Inara.
"Dan I punya alasannya sendiri saat itu, karena alasan melindungi keamanan keluarganya dari saingan bisnisnya yang jahat," tambahnya, mengutip pembelaan yang diterimanya.
Pembukaan Hati yang Berdasarkan Informasi yang Diberikan
Dengan mempertimbangkan rangkaian fakta yang diterimanya baik dari dokumen resmi maupun penjelasan langsung dari pihak terkait Inara Rusli merasa memiliki dasar yang cukup untuk mempercayai status Insanul Fahmi. Ia menegaskan posisinya sebagai pihak yang juga dirugikan oleh informasi yang tidak lengkap.
Kesimpulannya, keberanian Inara membuka hati berakar pada persepsi yang dibentuk secara sistematis. Ia menekankan bahwa ketidaktahuannya tentang keberadaan istri dan anak Insanul Fahmi adalah konsekuensi langsung dari representasi diri yang diberikan oleh Insanul Fahmi kepadanya di awal hubungan.
Artikel Terkait
Timo Tjahjanto Kecam Erzalul Octa Azis, Serukan Proses Hukum atas Dugaan Pelanggaran Etika Penyutradaraan
MNC University dan Pemkot Sukabumi Bahas Kerja Sama Beasiswa untuk Dongkrak SDM
Azia Riza dan Boengkoes Kacaukan Tantangan Ringan di Maniak
Nikita Mirzani Soroti Perlakuan Hukum Berbeda untuk dr. Richard Lee