“Laki-laki mungkin tidak akan kena kanker serviks, tapi bisa menjadi pembawa (virus),” ujarnya.
Di sisi lain, upaya pencegahan juga diperkuat dengan layanan deteksi dini yang semakin luas. Saat ini, sudah ada sekitar 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia yang mampu menyediakan layanan skrining kanker. Pemerintah menargetkan dalam lima tahun ke depan, sebanyak 40 juta perempuan Indonesia dapat mengakses deteksi dini penyakit kanker. Menkes menekankan bahwa seluruh perempuan di atas 30 tahun minimal harus mendapatkan skrining untuk kanker serviks dan payudara.
Target Vaksinasi dan Perluasan Cakupan
Program vaksinasi HPV untuk anak perempuan sendiri telah menunjukkan progres yang menggembirakan. Pemerintah menargetkan 2,1 juta anak perempuan usia 11 tahun untuk divaksin, dan dalam tiga tahun terakhir telah berhasil mencapai cakupan 1,9 juta anak.
“Target kami 2,1 juta perempuan usia 11 tahun (menerima vaksin HPV), dan dalam 3 tahun kami telah mencapai 1,9 juta perempuan telah dideteksi dini kanker,” ungkap Menkes Budi.
Ke depan, cakupan vaksinasi gratis juga akan diperluas untuk menjangkau kelompok yang mungkin terlewat. Rencananya, vaksin akan diberikan kepada anak perempuan usia 15 tahun yang belum menerimanya di usia 11 tahun, bahkan hingga perempuan berusia 21 tahun. Namun, titik balik yang diharapkan adalah pada 2027, ketika proteksi dimulai dari akar penularan.
“Namun yang jelas, di 2027 kami akan imunisasi (vaksin HPV) anak laki-laki usia 11 tahun, sehingga diharapkan angka kanker serviks di Indonesia bisa turun,” kata Menkes menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Berat Badan Anak Sulit Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan
Selebgram Clara Shinta Minta Maaf Publik Soal Keretakan Rumah Tangga
dr. Tirta Ingatkan Ejakulasi Rutin Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat, Tapi dengan Frekuensi Tepat
Batas Akhir Puasa Syawal 2026: 17 atau 18 April Bergantung Penetapan Awal Bulan