Suzuki Pacu Ekspor Fronx dan Satria ke Pasar ASEAN
Target Ekspor 180.000 Unit Hingga 2027 Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Basis Produksi Strategis
CIKARANG - Suzuki Indonesia mengukuhkan komitmennya dalam pasar global dengan meluncurkan program ekspor besar-besaran untuk dua model andalannya, Fronx dan Satria, ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam sejarah industri otomotif nasional.
RENCANA EKSPOR 2023-2027:
- Total Target: 180.000 unit
- Suzuki Fronx: 30.000 unit (30% kontribusi ekspor mobil)
- Suzuki Satria: 150.000 unit (60% kontribusi ekspor motor)
Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Minoru Amano, dalam konferensi pers di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025), menegaskan bahwa ekspor perdana kedua model ini merupakan bukti nyata kesiapan Indonesia bersaing di pasar internasional.
"Ekspor perdana Fronx dan Satria adalah bentuk nyata dari kesiapan Indonesia untuk bersaing pada pasar Internasional. Kami memproduksi kendaraan berstandar global serta mampu menyesuaikan dengan regulasi negara tujuan," tegas Amano.
FAKTA PRODUKSI:
Suzuki Fronx memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 63%, sementara Suzuki Satria mencapai TKDN 82%. Kedua model diproduksi di fasilitas Suzuki di Cikarang dan Tambun, Bekasi.
Amano menambahkan, "Setiap unit yang kami kirimkan ke pasar mancanegara adalah representasi kompetensi industri serta kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia."
Sejarah ekspor Suzuki Indonesia telah dimulai sejak puluhan tahun lalu. Untuk kendaraan roda empat, ekspor dimulai pada 1993 dengan akumulasi pengiriman mencapai 800.000 unit. Sementara untuk sepeda motor, ekspor berjalan sejak 1994 dengan total realisasi mencapai 1,5 juta unit.
"Ekspor ini tidak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tetapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal, sumber daya manusia, hingga perekonomian nasional," papar Amano.
Keberhasilan program ekspor ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi strategis Suzuki di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mengukuhkan reputasi industri otomotif nasional di kancah global.
Disusun oleh: Tim Redaksi
Artikel Terkait
Metland Targetkan Marketing Sales Rp2 Triliun pada 2026
Hong Kong Salip Swiss sebagai Pusat Kekayaan Lintas Batas Terbesar Dunia
Metland Bagikan Dividen Rp74,2 Miliar dari Laba 2025, Setara Rp9,7 per Saham
PT Daaz Bara Lestari Nilai Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Berdampak Material pada Kinerja