Senin lalu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan kabar yang cukup menggembirakan. Targetnya, kondisi infrastruktur di Aceh bakal jauh lebih baik sebelum Ramadan 2026 tiba. Itu artinya, masih ada waktu sekitar setahun lebih untuk memperbaiki segala kerusakan yang ada.
“Mudah-mudahan sebelum bulan suci Ramadan, masyarakat, saudara-saudara kita bisa lebih baik kondisinya, kehidupan sehari-harinya,” ujar AHY.
Dia menegaskan bahwa pemerintah tak akan tinggal diam. Negara harus hadir untuk meringankan beban. Intinya, warga tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dalam kesulitan pascabencana.
Optimisme AHY ini bukannya tanpa dasar. Tiga hari sebelum pernyataannya, dia baru saja kembali dari Aceh Tamiang. Kunjungan itu bukan yang pertama kalinya. Menurutnya, situasi di lapangan sudah menunjukkan kemajuan.
“Tiga hari yang lalu, saya baru kembali setelah beberapa kali melakukan pengecekan langsung ke lapangan di Aceh Tamiang. Kondisinya sudah lebih baik daripada kondisi-kondisi awal,” kata dia.
Nah, komitmennya jelas. Fokus utama sekarang adalah rekonstruksi infrastruktur dasar. Jalan dan jembatan yang rusak, pasokan air bersih, hingga fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah akan terus diawasi pengerjaannya. Prosesnya harus ketat, tidak boleh asal-asalan.
Meski begitu, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada Aceh. Wilayah lain yang juga terdampak bencana masih dalam pantauan.
“Tentu kita juga masih mengawal rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tambah AHY.
Jadi, ada harapan yang cukup konkret untuk perbaikan di tanah Serambi Mekkah. Semoga target sebelum Ramadan itu benar-benar terwujud.
Artikel Terkait
LEGO Buka Gerai Terbesar se-Asia Tenggara di Jakarta, Jadi Sinyal Kepercayaan Investor pada Ekonomi Indonesia
Kemendiktisaintek Akan Kaji Ulang Program Studi Perguruan Tingi untuk Tekan Angka Pengangguran Lulusan
Muhammad Qodari Dikabarkan Dirotasi ke Kepala Bakom, Dudung Abdurachman Calon Pengganti KSP
Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dengan Syarat AS Cabut Blokade, Negosiasi Nuklir Ditunda