Dia melanjutkan, "terus kalau ada pekerja baru jadi kayak nggak mau terlalu deket lagi, nggak mau terlalu kenal."
Efeknya jelas terlihat pada kesehariannya bekerja. Rasa was-was itu nyata. Fuji kini memilih menjaga jarak dengan staf-stafnya. Ketakutan bahwa kejadian serupa akan terulang masih membekas kuat di benaknya.
Lelah fisik juga tak terhindarkan. Semuanya serasa berbarengan. "Capek banget pasti," keluhnya. "Udah rugi, ditanyain, terus buang waktu juga, sakit hati juga, dikatain netizen juga."
Dia menambahkan, "udah sih capek banget, batin sama fisik capek."
Kasus ini bermula dari laporan Fuji terhadap salah satu staf admin media sosialnya. Dugaan pokoknya penipuan dan penggelapan dana. Nilainya? Fantastis: mencapai satu miliar rupiah. Uang yang hilang itu kini meninggalkan luka yang lebih dalam dari sekadar angka di laporan bank.
Artikel Terkait
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana
Ahli Sarankan Endoskopi untuk Diagnosis GERD yang Tak Kunjung Reda
Epidemiolog Ingatkan Risiko Ciuman Bayi Saat Lebaran
Kemenkes Genjot Perang Melawan Kusta dengan Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma