Dia melanjutkan, "terus kalau ada pekerja baru jadi kayak nggak mau terlalu deket lagi, nggak mau terlalu kenal."
Efeknya jelas terlihat pada kesehariannya bekerja. Rasa was-was itu nyata. Fuji kini memilih menjaga jarak dengan staf-stafnya. Ketakutan bahwa kejadian serupa akan terulang masih membekas kuat di benaknya.
Lelah fisik juga tak terhindarkan. Semuanya serasa berbarengan. "Capek banget pasti," keluhnya. "Udah rugi, ditanyain, terus buang waktu juga, sakit hati juga, dikatain netizen juga."
Dia menambahkan, "udah sih capek banget, batin sama fisik capek."
Kasus ini bermula dari laporan Fuji terhadap salah satu staf admin media sosialnya. Dugaan pokoknya penipuan dan penggelapan dana. Nilainya? Fantastis: mencapai satu miliar rupiah. Uang yang hilang itu kini meninggalkan luka yang lebih dalam dari sekadar angka di laporan bank.
Artikel Terkait
Dokter Ungkap Detik-Detik Terakhir Lula Lahfah di Apartemen Dharmawangsa
Kenes Lalita: Dari Jahitan Ibu untuk Anak, Hingga Merambah Pasar Digital
Kevin Germanier Sulap Sisa LVMH Jadi Mahakarya Haute Couture di Paris
Syaban Tiba, Saatnya Menggenjarkan Sholawat untuk Raih Syafaat