Atlantis Subsea Garap Inspeksi Pipa Gas Bawah Laut Senilai Rp16 Miliar

- Kamis, 18 Desember 2025 | 13:00 WIB
Atlantis Subsea Garap Inspeksi Pipa Gas Bawah Laut Senilai Rp16 Miliar

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) baru-baru ini menggarap proyek inspeksi pipa gas bawah laut. Ini bukan kali pertama mereka menunjukkan komitmen di bidang ini. Proyek strategis itu digarap bersama PT PGAS Solution, yang merupakan anak usaha Pertamina di bidang teknologi dan layanan gas bumi.

Menurut Direktur Utama ATLA, Yophi Iswanto, pekerjaan ini adalah bagian dari upaya pemeliharaan rutin. Tujuannya jelas: meningkatkan keandalan jaringan distribusi gas yang ada.

"Inspeksi pipa gas bawah laut tersebut merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan dan peningkatan keandalan jaringan distribusi gas bumi," ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Pipa yang dimaksud cukup panjang. Yophi menjelaskan, diameternya 28 inci dan membentang dari Pagerungan ke Porong. Panjangnya sekitar 369 kilometer di bawah laut.

Nah, di sini peran ATLA cukup krusial. Mereka mendapat kepercayaan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik pipa tersebut. Semua itu dilakukan demi satu hal.

"Guna memestikan keamanan, efisiensi, serta kelangsungan pasokan energi ke berbagai wilayah penting di Indonesia," katanya.

Dari sisi nilai, proyek ini cukup besar. Kontraknya mencapai Rp16 miliar dan sudah ditandatangani sejak 27 November tahun lalu. Yang menarik, jadwalnya cukup ketat. Pelaksanaan di lapangan ditargetkan rampung paling lambat akhir Januari 2026 mendatang. Ini, kata Yophi, menunjukkan komitmen kedua belah pihak pada kualitas dan ketepatan waktu.

"Proses pelaksanaan proyek ditargetkan selesai pada estimasi akhir Januari 2026, mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan," tegas dia.

Dengan pengalaman yang dimiliki ATLA di bidang inspeksi bawah laut, kolaborasi ini diharapkan memberi dampak positif bagi infrastruktur energi nasional. Bukan cuma soal menjaga pasokan gas tetap lancar, tapi juga menunjukkan sinergi antar perusahaan nasional.

Pada akhirnya, keberhasalan proyek semacam ini bisa menciptakan standar baru. Standar dalam merawat dan mengelola pipa gas bawah laut di Indonesia. Secara tidak langsung, ini juga memperkuat citra Indonesia punya sistem distribusi energi yang andal dan bisa dipertahankan untuk jangka panjang.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar