Zulfikar Marikar: Spirit Sumpah Pemuda dan Peran Pemuda Jakarta Menuju Kota Global
UU No 4 Tahun 2004 Pasal 16 menegaskan bahwa pemuda berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025 menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai peletak pondasi utama bangsa Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda yang diproklamasikan pada 28 Oktober 1928 disebut masih relevan dijadikan pijakan moral bagi arah pembangunan kota Jakarta yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing internasional.
"Nilai persatuan dan tanggung jawab sosial yang terkandung dalam Sumpah Pemuda harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata pada generasi muda Jakarta kekinian," kata Ketua Umum Pranko for Jakarta, Zulfikar Marikar.
"Mengingat Pemuda adalah energi moral yang menentukan masa depan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda harus hidup di tengah tantangan global agar Jakarta tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga maju dalam karakter dan solidaritas sosial," sambungnya.
Visi Jakarta Rise20: Menuju Top Global City 2045
Zulfikar mengungkapkan, melalui program strategis Jakarta Rise20: Path Towards Top Global City, Pemprov DKI Jakarta menargetkan posisi ibu kota masuk dalam jajaran 20 kota global teratas dunia pada tahun 2045. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi pemuda dalam membangun ekosistem kota berbasis inovasi dan kreativitas.
Ia menambahkan, sektor kepemudaan memiliki peran sentral dalam kerangka Rise20, terutama pada bidang Masyarakat dan Tenaga Kerja. "Pemuda Jakarta perlu diperkuat perannya dalam ekonomi kreatif, teknologi digital, dan kepemimpinan sosial," katanya.
Potensi dan Tantangan Pemuda Jakarta
Menurut data BPS Jakarta, saat ini penduduk Jakarta yang berusia 15 sampai 30 tahun adalah 2.428.854 jiwa atau 22,74%. Ada lebih dari 2 juta penduduk berusia produktif muda yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi digital dan kewirausahaan. Dinas terkait perlu memperluas program peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan, inkubasi startup, serta fasilitasi ruang kreatif kolaboratif di berbagai wilayah kota.
Namun demikian, sejumlah tantangan di seputar pemuda harus dikelola secara serius. Kesenjangan sosial-ekonomi, biaya hidup tinggi, dan keterbatasan akses modal usaha seringkali menjadi hambatan bagi sebagian generasi muda untuk berkembang. Bahkan, ada juga yang terjebak pada perilaku tawuran yang banyak melibatkan anak-anak muda.
Kolaborasi Strategis untuk Masa Depan Pemuda Jakarta
Zulfikar menekankan, pemuda harus dijadikan mitra strategis pembangunan di Jakarta. Kolaborasi dari semua stakeholder menjadi kunci agar pemuda Jakarta mampu tampil sebagai pelaku utama transformasi Jakarta menuju kota global.
"Dinas Pemuda dan Olahraga perlu respon cepat menerjemahkan visi Gubernur dengan mendorong terbentuknya ekosistem kepemudaan yang produktif, jangan terjebak pada program seremonial. Lahirkan program yang berkualitas dan menyasar pada peningkatan SDM Pemuda Jakarta, mendorong pemuda Jakarta tampil sebagai inovator, bukan sekadar penonton," ujarnya.
Untuk itu, Peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum refleksi semangat 1928, bukan hanya berakhir pada pembacaan sejarah semata, tetapi juga berlanjut melahirkan inspirasi bagi generasi muda Jakarta yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing global dalam mendorong terwujudnya visi Jakarta Global City. Itu semua dapat dicapai jika seluruh elemen muda Jakarta bersatu dan bergerak.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp17.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.645.000
Ivan Toney Cetak Hat-trick, Al Ahli Hajar Al Fateh 3-1 di Liga Pro Saudi
31 Pelajar SMP di Gowa Diamankan Polisi Usai Konvoi Bawa Senjata Tajam
DWP Kemenko Perekonomian dan WBI Beri Penghargaan Kartini Muda ke Desainer Muda Pelestari Wastra Nusantara