ujarnya. Inspirasi untuk koleksi ini ia dapatkan dengan pulang kampung ke Swiss.
Ada satu aksesori yang paling menyita perhatian: penutup wajah yang seluruhnya terbuat dari manik-manik. Menurut Germanier, itu adalah simbol perasaan kita yang terus-menerus diawasi oleh teknologi.
katanya dengan nada sedikit bergurau. Gagasan yang provokatif, sekaligus jenaka. Di tangannya, sampah bisa jadi mahakarya, dan pengawasan teknologi bisa ditanggapi dengan permainan manik-manik yang berkilau.
Artikel Terkait
Syaban Tiba, Saatnya Menggenjarkan Sholawat untuk Raih Syafaat
Percuma Kuliah Tinggi? Stigma yang Menyudutkan Ibu Rumah Tangga
Massimo Freddo: Kolaborasi Kopi, Scarf, dan Harapan untuk Petani Sumatra
Lilla: Platform yang Bantu Ibu Masa Kini Temukan Kejelasan di Tengah Banjir Informasi