ujarnya. Inspirasi untuk koleksi ini ia dapatkan dengan pulang kampung ke Swiss.
Ada satu aksesori yang paling menyita perhatian: penutup wajah yang seluruhnya terbuat dari manik-manik. Menurut Germanier, itu adalah simbol perasaan kita yang terus-menerus diawasi oleh teknologi.
katanya dengan nada sedikit bergurau. Gagasan yang provokatif, sekaligus jenaka. Di tangannya, sampah bisa jadi mahakarya, dan pengawasan teknologi bisa ditanggapi dengan permainan manik-manik yang berkilau.
Artikel Terkait
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana
Ahli Sarankan Endoskopi untuk Diagnosis GERD yang Tak Kunjung Reda
Epidemiolog Ingatkan Risiko Ciuman Bayi Saat Lebaran
Kemenkes Genjot Perang Melawan Kusta dengan Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma