Massimo Freddo: Kolaborasi Kopi, Scarf, dan Harapan untuk Petani Sumatra

- Kamis, 29 Januari 2026 | 18:30 WIB
Massimo Freddo: Kolaborasi Kopi, Scarf, dan Harapan untuk Petani Sumatra

Di sisi lain, bagi Roemah Koffie, menghadirkan menu baru bukan cuma soal rasa. Mereka ingin ada kreativitas dan identitas budaya yang kuat. Makanya, kolaborasi dengan Ghea Resort by Amanda Janna dirasa pas.

Brand yang digagas putri desainer senior Ghea Panggabean ini memang punya ciri khas: mengangkat motif tradisional Indonesia dengan sentuhan alam. Scarf hasil kolaborasi ini mengusung motif ulos, dipadukan pola geometris, tekstur tenun, serta simbol alam seperti burung dan dedaunan. Tujuannya, memberikan pengalaman berbeda saat menyeruput kopi sekaligus menyampaikan nilai budaya.

Tak berhenti di fesyen, Roemah Koffie juga ajak Boemi Botanicals untuk berkolaborasi. Bentuknya workshop membuat spray scent yang dipairing dengan scarf tadi. Peserta diajak mengeksplorasi aroma yang terinspirasi dari biji kopi dan wewangian alam. Jadi, pengalaman menikmati Massimo Freddo jadi lebih multisensori.

Soal varian, Massimo Freddo hadir dalam tiga pilihan. Ada Aren yang manis seimbang dari gula aren, Orange yang menyegarkan, dan Coconut yang memberikan nuansa tropis elegan.

Buat yang mau dapat scarf-nya, paket bundelnya dijual Rp219.000. Kalau cuma mau cicip kopinya saja, harganya Rp59.000. Bisa didapat di semua outlet Roemah Koffie atau lewat layanan pesan-antar seperti GrabFood dan GoFood. Paket ini juga bisa ditukar dengan poin dari program loyalitas My JHL.

Denis Surya, Marketing Communication Manager Roemah Koffie, menegaskan semangat di balik kampanye ini.

Jadi, lebih dari sekadar tren minuman baru, Massimo Freddo adalah sebuah cerita tentang kolaborasi, budaya, dan kepedulian.


Halaman:

Komentar