Ya, dalam sejumlah kasus, virus ini memicu ensefalitis atau radang otak. Ini adalah fase paling berbahaya. Penderita bisa mengalami kejang-kejang, kebingungan parah, sampai tidak sadarkan diri. Perburukannya bisa terjadi dalam hitungan hari, bahkan jam, kalau tidak ditangani secara intensif.
Menurut sejumlah laporan, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah punya risiko komplikasi yang lebih besar. Penularannya sendiri utamanya lewat kontak langsung dengan hewan yang sudah terinfeksi. Tapi hati-hati juga dengan konsumsi makanan atau minuman, seperti sari buah kurma mentah, yang mungkin sudah terkontaminasi liur atau kotoran kelelawar.
Sayangnya, sampai saat ini belum ada obat antivirus spesifik yang bisa membasmi Virus Nipah. Penanganan di rumah sakit lebih bersifat suportif: menstabilkan kondisi pasien, mengatasi gejala, dan berusaha mencegah kerusakan organ lebih lanjut.
Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Kewaspadaan adalah kunci utama. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sebisa mungkin menghindari kontak dengan hewan liar terutama kelelawar dan memastikan apa yang kita konsumsi itu benar-benar higienis. Jika muncul gejala mencurigakan apalagi setelah ada riwayat kontak, segera cari pertolongan medis. Deteksi dan penanganan cepat bisa menyelamatkan nyawa.
Artikel Terkait
Ramalan Zodiak Pekan Ini: Saatnya Ambil Langkah Berani di Awal 2026
Video Bayi dengan Bercak Cokelat Viral, Dokter: Ini Café-au-lait Spots, Tak Perlu Panik
Final Showcase Indonesian Idol XIV Usai, 17 Kontestan Siap Bertarung di Babak Penentuan
Vokalis Element, Lucky Widja, Tutup Usia Setelah 4 Tahun Lawan TB Ginjal Langka