Laporan itu memperkenalkan sebuah istilah: health adjustment gap. Intinya, kondisi ketika niat kita untuk hidup sehat tak sejalan dengan kesiapan fisik. Kita sudah berniat kuat, tapi tubuh tetap butuh waktu untuk mengejar.
“Di awal puasa, tubuh masih beradaptasi. Lambung menjadi lebih sensitif karena jam makan berubah, sementara kurang tidur dan hidrasi juga mempengaruhi sistem keseimbangan tubuh. Itulah mengapa keluhan seperti maag, GERD, dan vertigo sering muncul di waktu yang bersamaan,” jelas dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc.
Menurutnya, lonjakan keluhan di awal Ramadan merupakan respons alami tubuh. Gangguan tak cuma datang dari pencernaan. Vertigo dan radang tenggorokan juga kerap muncul berbarengan. Faktor-faktor seperti tidur yang berkurang, stres, dan pilihan makanan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka saling bertautan memperburuk keadaan.
Kunci Utamanya: Persiapan Sebelum Tiba
Data menunjukkan ada peningkatan pembelian vitamin dan suplemen jelang Ramadan. Ini sinyal positif bahwa masyarakat mulai sadar pentingnya persiapan. Tapi, membeli suplemen saja tidak cukup. Perlu diiringi perubahan kebiasaan yang lebih menyeluruh.
dr. Irwan menekankan, persiapan sebaiknya dimulai sebelum puasa dimulai. Asupan serat dan cairan perlu ditingkatkan lebih awal agar tubuh tidak kaget saat pola makan berubah.
Selama Ramadan, kuncinya ada pada pola makan seimbang dan bertahap saat sahur dan berbuka. Jangan lupa, menjaga hidrasi di malam hari, mengurangi gorengan dan kafein, serta mengatur kualitas tidur bisa sangat membantu meredam badai keluhan di minggu pertama.
Dengan memahami pola berulang ini, kita bisa lebih bijak. Tujuannya bukan sekadar bertahan dari keluhan, tapi mempersiapkan diri sejak dini. Agar ibadah dan aktivitas kita bisa berjalan lancar, dari hari pertama hingga takbir berkumandang di hari raya.
Artikel Terkait
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke NICE PIK 2, Penyelenggara Siapkan Transportasi Khusus
Kemenkes Prediksi Kasus Kanker di Indonesia Melonjak 70% pada 2050
Doa Khusus Ramadhan Hari ke-22: Mohon Perlindungan dari Siksa Neraka