"Tetap perlu ditambah karbohidrat. Kalau tidak, aktivitas anak bisa terganggu. Jadi, lengkapi nutrisinya dengan karbohidrat," tuturnya.
Nugget dan Sosis
Ingin menyajikan nugget atau sosis? Boleh-boleh saja. Tapi lebih disarankan yang homemade atau buatan sendiri, Moms. Kadar pengawet dan garamnya tentu lebih bisa kita kontrol.
Nasi Goreng
Menu yang satu ini memang praktis dan mudah dibuat. Tinggal campurkan nasi dengan protein hewani favorit si kecil.
"Nasi goreng akan sangat baik jika ditambahkan sayur dan protein, seperti telur atau ayam," jelas dr. Reza.
Smoothies
Minuman blender dari buah dan sayur ini memang praktis. Tapi sayangnya, kurang disarankan untuk jadi menu sarapan utama.
"Anak mungkin dapat vitamin dari smoothies. Tapi kalau buahnya terlalu banyak, justru meningkatkan asupan gula tambahan," paparnya.
Susu
Gimana dengan susu? Boleh saja, tapi jangan dijadikan satu-satunya menu. Susu saja tidak bisa menggantikan kalori dari makanan padat.
"Susu bisa dipertimbangkan sebagai suplemen atau tambahan, setelah anak makan makanan padatnya," tutup dr. Reza.
Intinya, dengan memilihkan menu sarapan yang tepat, kita membantu anak mengawali hari dengan energi terbaik. Mereka pun siap menjalani petualangan seharian dengan lebih semangat.
Artikel Terkait
IHDC Soroti Pendidikan Sehat sebagai Fondasi Sistem Kesehatan Nasional
Masa Muda Elle Woods Terungkap, Serial Elle Tayang 2026
Sarapan Anak: Dokter Ungkap 8 Menu yang Tepat dan yang Harus Dihindari
Kemenag Galakkan Ekoteologi, dari KUA Ramah Lingkungan hingga Wakaf Pohon Pengantin