Bagi anak-anak, memulai hari dengan perut kosong itu kurang ideal. Sarapan pagi itu penting banget, Moms. Ia bukan cuma soal mengisi perut, tapi juga bekal energi dan konsentrasi buat mereka menjalani aktivitas seharian. Bahkan, kebiasaan baik ini bisa terbawa sampai mereka dewasa nanti.
Namun begitu, ternyata nggak semua makanan itu cocok dijadikan menu pembuka hari. Ada beberapa jenis yang justru bisa bikin energi si kecil cepat drop. Makanan tinggi gula, lemak jenuh, atau karbohidrat olahan, misalnya. Mereka bisa memicu lonjakan gula darah yang ujung-ujungnya bikin anak lemas dan ngantuk di sekolah.
Jadi, biar nggak salah pilih, yuk kita tilik satu per satu menu sarapan yang biasa ada di meja makan.
Baik atau Nggak, Ya? Ini Kata Dokter
Sereal Manis
Sereal yang gulanya tinggi sebaiknya dihindari. Kalau mau pilih sereal, carilah yang dari gandum utuh, kaya serat dan vitamin B.
"Pilih yang rendah atau tanpa gula tambahan. Untuk menambah kalori, bisa dikombinasi dengan susu atau potongan buah," saran dr. Reza Abdussalam, Sp.A.
Roti dan Selai
Kombinasi ini menurut dr. Reza menghasilkan karbohidrat berlebihan. Alhasil, kurang dianjurkan untuk sarapan.
"Bisa bikin anak cepat lapar lagi. Dan mungkin malah makan berlebihan saat waktu makan berikutnya," ujarnya.
Roti dan Telur Dadar
Nah, ini kombinasi yang cukup bagus, apalagi buat anak yang sudah bosan dengan nasi. Kehadiran telur sebagai protein hewani jelas menambah nilai gizinya.
Telur Rebus
Telur adalah sumber protein hewani yang bagus. Tapi dr. Reza mengingatkan, jangan cuma kasih telur rebus saja.
"Tetap perlu ditambah karbohidrat. Kalau tidak, aktivitas anak bisa terganggu. Jadi, lengkapi nutrisinya dengan karbohidrat," tuturnya.
Nugget dan Sosis
Ingin menyajikan nugget atau sosis? Boleh-boleh saja. Tapi lebih disarankan yang homemade atau buatan sendiri, Moms. Kadar pengawet dan garamnya tentu lebih bisa kita kontrol.
Nasi Goreng
Menu yang satu ini memang praktis dan mudah dibuat. Tinggal campurkan nasi dengan protein hewani favorit si kecil.
"Nasi goreng akan sangat baik jika ditambahkan sayur dan protein, seperti telur atau ayam," jelas dr. Reza.
Smoothies
Minuman blender dari buah dan sayur ini memang praktis. Tapi sayangnya, kurang disarankan untuk jadi menu sarapan utama.
"Anak mungkin dapat vitamin dari smoothies. Tapi kalau buahnya terlalu banyak, justru meningkatkan asupan gula tambahan," paparnya.
Susu
Gimana dengan susu? Boleh saja, tapi jangan dijadikan satu-satunya menu. Susu saja tidak bisa menggantikan kalori dari makanan padat.
"Susu bisa dipertimbangkan sebagai suplemen atau tambahan, setelah anak makan makanan padatnya," tutup dr. Reza.
Intinya, dengan memilihkan menu sarapan yang tepat, kita membantu anak mengawali hari dengan energi terbaik. Mereka pun siap menjalani petualangan seharian dengan lebih semangat.
Artikel Terkait
Puasa Ayyamul Bidh Jatuh pada Jumat, Begini Hukumnya
Cuaca Panas dan Polusi Melemahkan Sistem Imun, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada
Kris Dayanti Pukau Penonton di Womens Inspiration Awards 2026 dengan Pesan Pemberdayaan Perempuan
Andre Taulany Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Mantan Istri, Pilih Tak Banyak Komentar