Aksesori 2026: Dari Emas Tulola hingga Drama Saint Laurent

- Jumat, 23 Januari 2026 | 21:18 WIB
Aksesori 2026: Dari Emas Tulola hingga Drama Saint Laurent

Fashion itu memang selalu berubah, kan? Tren datang dan pergi, menawarkan siluet, warna, dan gaya yang tak selalu gampang apalagi murah buat diadopsi sehari-hari. Nah, di sinilah aksesori punya peran krusial. Mereka jadi jembatan yang cerdas antara tren yang melangit dan realitas di jalanan.

Coba bayangkan. Hanya dengan menambahkan anting yang tepat, atau memilih kacamata yang pas, penampilan kamu bisa langsung berubah total. Padahal, baju yang dipakai sama persis. Praktis banget.

Uniknya, daya tarik aksesori ini nggak cuma untuk para pemburu tren terbaru. Mereka yang lebih suka gaya klasik dan timeless juga bisa memanfaatkannya. Tujuannya sederhana: tampil lebih segar tanpa harus kehilangan ciri khas diri sendiri. Fleksibilitas inilah yang bikin aksesori jadi elemen penting dalam membangun sebuah "look".

Maka wajar saja kalau para desainer pun berlomba-lomba. Mereka nggak cuma menciptakan aksesori yang eye-catching, tapi juga yang menawarkan solusi praktis. Lalu, seperti apa sih kira-kira wajah aksesori di tahun 2026 nanti? Kita intip yuk ramalannya dari berbagai panggung runway.

Zaman Keemasan

Label Tulola dari dalam negeri menghadirkan karya bertajuk "Warisan". Koleksi ini adalah sebuah penghormatan pada leluhur dan ikatan dengan generasi penerusnya. Hubungan itu digambarkan lewat rangkaian kelopak bunga keemasan yang tersebar di hiasan kepala, terselip di antara rantai tubuh, hingga terpateri di sekujur tas.

Jadi, aksesori celup emas ini bukan sekadar pelengkap. Ia adalah bintang utamanya. Untuk hasil yang maksimal, padankan dengan gaun atau setelan monokrom. Biarkan kilau emasnya yang berbicara.

Anting Kebesaran

Buat kamu yang suka drama, Saint Laurent di bawah Anthony Vaccarello sepertinya membaca keinginanmu. Siluet yang ditampilkan serba besar: bahu yang lebar, dasi pita raksasa, gaun yang mengembang. Dan yang paling menyita perhatian? Anting emas bertatahkan mutiara dan permata berwarna semuanya dalam ukuran XL.

Mungkin ini salah satu cara bertahan di tengah hiruk-pikuk tren dan tekanan media sosial: melihat segala sesuatu dengan kaca pembesar dan menciptakan drama kecil dalam keseharian kita sendiri.

Aneka Topi

Kemunculan beragam bentuk topi di runway tahun ini cukup menarik. Bisa jadi ini adalah bentuk protes para desainer terhadap dominasi topi baseball yang terlalu nyaman dan biasa. Jonathan Anderson, dalam debutnya untuk Dior, menghidupkan kembali topi tricorne bersudut tiga yang khas abad ke-18.


Halaman:

Komentar